![]() |
| Kantor Disdukcapil Nias Utara | Foto: HZ |
Nias Utara - Kepala Dinas dan pegawai nyaris baku hantam, Hal tersebut terlihat dalam sebuah cuplikan video yang beredar luas di media sosial akhir-akhir ini di kepulauan Nias.
Setelah dikonfirmasi, keberadaan video viral yang nyaris baku hantam tersebut benar terjadi di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara pada hari selasa kemarin.
Seperti dibenarkan oleh Kepala Seksi Perkawinan dan Perceraian pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nias Utara, Soterman Zalukhu yang mengakui dirinya terlibat dalam video viral nyaris baku hantam tersebut, saat di wawancarai oleh Reporter media elektronik di ruang kerjanya, jumat (13/05/2022).
"Video viral itu benar, awalnya ada yang ribut-ribut di ruang pak kadis, setelah saya menegur bahwa kita malu bila didengar masyarakat keributan itu, tapi justru yang saya terima caci makian, saya juga manusia dan marah karena dimaki saat itu, lalu pak kadis ingin memukul saya tapi beruntung sempat dilerai oleh sejumlah pegawai lainnya," jelas Kasi Perkawinan dan Pencatatan Sipil Disdukcapil Nias Utara, Soterman Zalukhu.
Sementara, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nias Utara telah diupayakan dikonfirmasi di kantornya namun tidak ada diruangkerjanya. Bahkan chat WA konfirmasi untuk mengimbagi informasi ini juga tidak kunjung di balasnya.
Bupati melalui Wakil Bupati Nias Utara, Yusman Zega yang dikonfirmasi atas video viral nyaris baku hantam antara pegawai Disdukcapil Nias Utara ini mengatakan hal tersebut telah tuntas.
"Ini sudah tuntas," tulis Yusman singkat.
![]() |
| Video viral nyaris baku hantam | Foto: SS |
Sebelumnya, beberapa hari belakangan sebuah video nyaris baku hantam antara pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten Nias Utara viral di media sosial.
"Siapa babi itu..!!," ucapan terdengar dalam video viral tersebut juga kata caci makian lainnya dalam bahasa lokal. (HZ).


1 Komentar
Memalukan ! Perilaku Pejabat seperti ini sangat mencoreng adab dan budaya ono niha. Seharusnya Bupati mencopot jabatannya bukan malah membiarkannya. Alai da'a khòu Pak Bupati...hana wa òbiarkan tindakan niha simane andrò...
BalasHapus