BREAKING :

Permudah Warga Jangkau Layanan JKN, BPJS Kesehatan Hadirkan Layanan Jemput Bola

Layanan JKN | Foto: Ist

Gunungsitoli – BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli kembali menggelar layanan Mobile Customer Service (MCS). Kali ini layanan MCS hadir di Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli Barat, Selasa (11/04/2023). 

Kegiatan tersebut merupakan upaya yang dilakukan BPJS Kesehatan dalam memberikan kemudahan dalam mengakses layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada masyarakat umum maupun peserta JKN di Kota Gunungsitoli.

Ditemui pada kesempatan terpisah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli, Nancy Agitha mengatakan bahwa kegiatan MCS ini diharapkan bisa mendekatkan layanan JKN kepada masyarakat di suatu tempat dengan menggunakan konsep jemput bola. Melalui MCS, masyarakat dapat memberikan kemudahan akses layanan JKN sehingga  tidak harus datang ke kantor BPJS Kesehatan untuk mengurus administrasi.

“MCS ini merupakan salah satu kanal layanan tatap muka yang dimiliki oleh BPJS Kesehatan dengan menggunakan kendaraan roda empat yang dilengkapi dengan infrastruktur pendukung operasional layanan peserta. Konsep jemput bola yang diusung merupakan bentuk upaya BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan langsung kepada peserta. Jadi, masyarakat yang selama ini memiliki kendala dalam mengakses pelayanan akibat lokasi atau jarak jauh, dapat memanfaatkan kanal layanan ini,” jelas Nancy.

Lebih lanjut Nancy menjelaskan bahwa terdapat beberapa jenis layanan yang dapat dilakukan pada MCS yaitu di antaranya layanan administrasi kepesertaan JKN, pengecekan dan pembayaran iuran, layanan informasi, hingga penyampaian pengaduan langsung yang berkaitan dengan Program JKN. Ia mengatakan, kegiatan MCS ini rutin dilakukan setiap hari, berpindah-pindah lokasi untuk menyasar peserta JKN yang tidak sempat atau terkendala datang ke kantor untuk mengurus kepesertaannya.

"Setiap harinya satu petugas kami mendatangi tempat-tempat yang biasanya banyak orang berkumpul seperti Puskesmas, kecamatan, kelurahan maupun kantor-kantor dinas yang ada di wilayah kerja Kantor BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli. Harapannya MCS ini dapat dimanfaatkan oleh peserta sehingga mampu memberikan kemudahan layanan serta meningkatkan aksesibilitas peserta terhadap Program JKN,” tutur Nancy.

Nancy menambahkan bahwa BPJS Kesehatan terus memberikan kemudahan layanan kepada peserta. Selain layanan tatap muka, BPJS Kesehatan juga menyediakan layanan non tatap muka seperti BPJS Kesehatan Care Center 165, Aplikasi Mobile JKN, Chat Assistant JKN (CHIKA), Voice Interactive JKN (VIKA), Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA), website dan media sosial resmi BPJS Kesehatan yang dapat dimanfaatkan oleh peserta.

“Sejalan dengan hal tersebut, kini peserta juga dapat dengan mudah mengakses layanan kesehatan. Cukup dengan menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), peserta bisa mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan. Peserta tidak perlu lagi membawa fotokopi kartu JKN saat berobat dan ini berlaku di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Nancy.

Kegiatan MCS ini disambut antusias oleh warga setempat. Salah satunya Ridawati Zebua (32) yang sempat mengakses layanan pemberian informasi. Ridawati mengatakan bahwa ini kali pertama dia memperoleh pelayanan informasi melalui MCS. Ia merasa sangat senang dan bersyukur dengan adanya kegiatan MCS ini karena manfaatnya sangat terasa baginya yang tinggal jauh dari kantor BPJS Kesehatan.

“Tadi saya mau mengecek keaktifan kartu saya dan keluarga dan ternyata ada yang sudah non aktif. Namun petugas sudah menjelaskan dengan baik tata cara untuk mengaktifkan kembali agar dapat digunakan. Menurut saya MCS ini sangat membantu, saya tidak perlu pergi jauh-jauh ke kantor BPJS Kesehatan. Pelayanannya baik, mudah dan cepat. Petugasnya juga ramah melayani saya,” ujar Ridawati.

Ridawati menceritakan sedikit pengalamannya ketika mengakses pelayanan kesehatan dengan menggunakan kartu JKN. Ridawati mengaku sangat puas dengan pelayanan yang diberikan. Ia berharap seluruh penduduk Indonesia dapat terlindungi oleh program yang sangat bermanfaat ini.

“Saya dilayani dengan baik. Tidak ada perbedaan pelayanan yang diberikan antara pasien umum dan peserta JKN. Program JKN ini sangat membantu khususnya bagi orang-orang yang kurang mampu,” kata ibu rumah tangga tersebut. (HA/mk/Haogozega).


0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close