![]() |
| Lokasi dusun 8 dan 9 di Desa Umbubalodano | Foto : Haogo Zega |
Nias Utara - Pemasaran hasil komoditas pertanian dan sektor pendidikan tersendat akibat keterisoliran karena jembatan, itu yang dialami warga dusun 8 dan 9 Desa Umbubalodano, Kecamatan Sitolu Ori, Nias Utara. Rabu (28/02/2024).
Kerinduan pembangunan jembatan menjadi skala prioritas dari masyarakat yang berada di dusun 8 dan 9 desa Umbubalodano, dua dusun ini diapit oleh dua aliran sungai yaitu larowa dan sowu, sehingga menyebabkan keterisoliran dibanding dusun lain yang ada disana.
Pemerintah daerah setempat pada dua tahun terakhir terus menggenjot pembangunan jembatan ini, bergulir dana fantastis telah dialokasikan untuk pembangunannya, namun masih belum maksimal dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Pj Kepala Desa Umbubalodano, Fowaa Zega saat mendampingi kunjungan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kepulauan Nias dalam rangka syukuran Hari Pers Nasional 2024 di lokasi kedua dusun tersebut, mengatakan pihaknya terus mengusulkan peningkatan pembangunan jembatan penghubung kedua dusun itu.
"Pada dua tahun terakhir, anggaran pembangunan jembatan telah dikucurkan oleh Pemerintah Daerah Nias Utara, dan itu telah terealisasi untuk pembangunan jembatan larowa, memang kondisinya masih belum bisa dilalui kendaraan roda empat karena salah satu sisi jembatan perlu penimbunan, di musrenbang tetap kami usulkan," jelas Fowaa.
Diakuinya, pemasaran hasil komoditas pertanian warga butuh perjuangan utamanya dalam pengangkutan sejauh 7 kilometer yang hanya dapat dilangsir mengendari roda dua diatas jalan setapak.
Selain itu, sektor pendidikan juga seolah kurang diminati karena infrastrukturnya, padahal ada dua sekolah yang terletak disana yaitu SD Negeri Hoya dan SD Negeri Sanawuyu.
SMSI Kepulauan Nias kali pertamanya melakukan kunjungan di Desa Umbubalodano, terhadap dua dusun yang terbilang terisolir disana juga memberikan bantuan beberapa zak semen dan pasir untuk meringankan sebagian dari kegiatan gotongroyong yang terus dilakukan oleh warga setempat selama ini.
"SD Negeri Sanawuyu dan Hoya, kita telah memberikan beberapa buku tulis dan pulpen kepada masing-masing siswa," terang Ketua SMSI Kepulauan Nias, Suarman Telaumbanua. (Haogo Zega).




0 Komentar