BREAKING :

Aroma Mark-Up Revitalisasi SLBN Pinangsori Tapteng, Pekerja Mengaku Tabrak RAB

SLBN Pinangsori | Foto : Yasmend 

Tapteng — Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pinangsori, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, memicu sorotan tajam. Rabu (07/10/2026).

Proyek fisik berskema swakelola dari APBN 2026 tersebut diduga sarat kejanggalan, mulai dari indikasi mark-up anggaran hingga manipulasi spesifikasi teknis di lapangan.

Berdasarkan konfirmasi dan investigasi, terdapat empat plang proyek yang dikerjakan oleh Panitia Satuan Pendidikan dengan akumulasi anggaran fantastis.

Pembangunan Pagar Sekolah sebesar Rp326.586.600, Penataan Lingkungan dan Utilitas Rp222.107.000, Pemasangan Paving Block Halaman Rp86.010.000, Rehabilitasi Ruang Pembelajaran Khusus Rp29.787.000, dan Pengecoran Lapangan Pagu dana tidak tertera di plang.

Dugaan penyimpangan ini diperkuat oleh pengakuan blak-blakan dari salah seorang pekerja (tukang) yang terlibat langsung pada proyek pagar sekolah senilai Rp326 juta lebih, da menyatakan metode pengerjaan sengaja menabrak aturan teknis Rencana Anggaran Biaya (RAB).

"Pemasangan pagar kami main cor saja, tidak mengikuti sistem yang tertera di RAB. Pokoknya upah yang kami kejar. Mengenai kualitas, itu terserah pihak sekolah," akui pekerja yang identitas dirahasiakan.

Selain pagar, alokasi dana penataan lingkungan senilai Rp222 juta lebih turut memicu tanda tanya. Menurut penuturan warga setempat berinisial A, infrastruktur sirkulasi jalan tersebut sebenarnya sudah terbangun sejak lama dan proyek saat ini hanya bersifat renovasi ringan.

Kondisi ini diperparah oleh buruknya tata kelola manajerial sekolah. Kepala SLBN Pinangsori, Idawati Siregar, dinilai sengaja menutup diri dan "alergi" terhadap kontrol sosial. Setiap kali awak media menyambangi sekolah, ruang kerjanya selalu terkunci rapat, aktivitas piket kosong, dan buku tamu tidak disediakan.

Guna menjaga keberimbangan berita sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, jelajahsatu.com telah berupaya melakukan konfirmasi resmi secara tertulis melalui salah satu guru bernama Tigor. 

Saat ditemui pada Rabu pagi (7/10/2026), Tigor membenarkan bahwa pesan tersebut sudah diteruskan. Namun, hingga berita ini ditayangkan, Idawati Siregar memilih bungkam tanpa memberikan klarifikasi apa pun.

Sikap menutup diri ini memicu desakan kuat agar Inspektorat dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara segera turun tangan melakukan evaluasi serta mengusut tuntas realisasi anggaran tersebut. (Yasmend).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close