BREAKING :

Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Dibangun di Nias Barat, Pemkab Hibahkan Lahan 3845m²

Penandatanganan Kerjasama Pembangungan PLTD di Nias Barat | Foto: Hengky Zai 

Nias Barat — Pemerintah Kabupaten Nias Barat resmi menghibahkan lahan kepada PT PLN (Persero) UP3 Nias untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan Luas 3845 m². Jumat (18/9/2026).

Hal ini dilakukan oleh Pemda Nias Barat untuk mempercepat penguatan infrastruktur kelistrikan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.

Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu, menyatakan hibah tanah ini Luas 3845 m² ini merupakan komitmen nyata pemerintah daerah dalam mendukung pelayanan dasar masyarakat. Pasokan listrik yang andal dinilai sangat krusial bagi sektor pendidikan, kesehatan, UMKM, hingga daya tarik investasi.

“Pemerintah Daerah siap mendukung penuh sesuai kewenangan agar pembangunan ini berjalan lancar dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Eliyunus.

Selain menyediakan lahan, Pemkab Nias Barat juga berkomitmen membantu penyelesaian kendala teknis di lapangan. Sejumlah penyesuaian seperti kondisi jalan, pemasangan tiang, penarikan kabel, hingga pembersihan pohon yang berpotensi menghambat jaringan akan ditinjau bersama PLN.

Bupati telah menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk bergerak cepat di lapangan demi meminimalkan hambatan. Penguatan sistem kelistrikan ini sekaligus mendukung visi pembangunan Nias Barat CERAH (Cerdas, Sejahtera, dan Sehat).

Melalui kerja sama ini, proses pembangunan PLTD dan infrastruktur pendukungnya akan segera dilanjutkan ke tahapan teknis berikutnya oleh pihak PLN.

Manager PLN UP3 Nias, Leonard Tulus M. Panjaitan, mengatakan bahwa PLN Nias saat ini terus memperkuat kualitas dan keandalan sistem kelistrikan di Kabupaten Nias Barat. 

"Melalui peningkatan dan optimalisasi jaringan listrik yang sudah ada, kami menargetkan kapasitas dan keandalan pasokan hingga 10 MW, sehingga dengan ini dapat menjawab kebutuhan listrik masyarakat sehari-hari, sekaligus menopang sektor-sektor produktif yang sedang tumbuh di daerah.

Karena menurut Leonard, Listrik yang stabil dan cukup bukan sekadar soal lampu yang tidak lagi sering padam. Terhadap pelaku industri, pedagang, dan UMKM, pasokan listrik yang andal menjadi modal penting untuk bekerja lebih produktif, bersaing lebih baik.

"Pekerjaan di lapangan segera kami mulai, tim akan melakukan pemetaan di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Nias Barat mulai hari senin, seiring dengan mobilisasi material dan persiapan teknis lainnya. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, peningkatan kapasitas listrik hingga 10 MW ini ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026 mendatang," terang Leonard. (Hengky Zai).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close