BREAKING :

Perkuat Energi Nias Barat, Pemkab–PLN Siapkan PLTD 10 MW dan Perluas Lisdes di 10 Desa

Nias Barat — Upaya menghadirkan listrik yang lebih merata dan andal di Kabupaten Nias Barat terus diperkuat melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Nias Barat bersama PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara UP3 Nias. Langkah tersebut dilakukan dari dua sisi sekaligus: memperluas akses listrik ke desa melalui Program Listrik Desa (Lisdes) 2026 dan memperkuat kapasitas serta keandalan pasokan listrik melalui persiapan pembangunan PLTD berkapasitas 10 MW.

Pembahasan mengenai penguatan kelistrikan tersebut berlangsung di Ruang Afo Bappeda Nias Barat, Jumat (4/9/2026), bersama Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si.

PLTD 10 MW dipersiapkan sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem kelistrikan di Nias Barat. Sementara itu, Program Lisdes 2026 diarahkan untuk memperluas akses listrik kepada masyarakat di sejumlah wilayah yang hingga kini masih membutuhkan peningkatan layanan kelistrikan.

Adapun 10 wilayah yang masuk sasaran Program Lisdes 2026 meliputi Desa Lasara Baene (Dusun Lasara Baene), Desa Mazingo (Dusun II, III dan V), Desa Hilimbaruzo, Desa Tarahoso, Desa Hilibadalu, Desa Sitolubanua (Dusun Sitolubanua Fadoro), Desa Lologolu, Desa Onolimbu (Dusun V), Desa Ambukha (Dusun II), serta Desa Lahagu.

Bagi masyarakat, listrik bukan sekadar soal lampu yang menyala di malam hari. Di balik hadirnya listrik, ada anak-anak yang dapat belajar dengan lebih nyaman, keluarga yang memiliki kesempatan mengembangkan usaha, fasilitas kesehatan yang dapat memberikan pelayanan lebih baik, serta masyarakat yang semakin terbuka terhadap akses informasi dan teknologi.

Karena itu, penguatan kelistrikan menjadi bagian penting dalam mendorong terwujudnya Nias Barat CERAH — Cerdas, Sejahtera dan Sehat.

Dari sisi Cerdas, ketersediaan listrik mendukung kegiatan belajar anak-anak, aktivitas sekolah, pemanfaatan teknologi informasi, hingga akses internet yang semakin dibutuhkan dalam dunia pendidikan.

Dari sisi Sejahtera, listrik menjadi salah satu fondasi bagi berkembangnya UMKM, usaha rumah tangga, perdagangan, pengolahan hasil pertanian, serta berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

Sementara dari sisi Sehat, pasokan listrik yang lebih andal akan mendukung fasilitas kesehatan dan pelayanan kepada masyarakat agar dapat berjalan secara optimal.

Pemkab Nias Barat memandang perluasan akses dan penguatan pasokan listrik sebagai dua langkah yang harus berjalan beriringan.

Program Lisdes menjadi jalan untuk memperluas akses listrik hingga ke desa dan dusun yang belum terlayani, sedangkan PLTD 10 MW dipersiapkan untuk memperkuat sumber pasokan dan keandalan sistem kelistrikan Nias Barat.

Dalam persiapan PLTD tersebut, Pemerintah Kabupaten Nias Barat tidak hanya berada pada posisi memberikan dukungan secara umum. Pemkab mengambil peran melalui fasilitasi kesiapan dan legalitas lahan, dukungan terhadap proses perizinan dan aspek lingkungan, sosialisasi kepada masyarakat, koordinasi lintas perangkat daerah, serta dukungan terhadap kebutuhan infrastruktur pendukung.

Termasuk di dalamnya rencana Express Feeder 20 kV sepanjang kurang lebih 3 kilometer dari lokasi PLTD menuju Gardu Hubung di sekitar Kantor Bupati Nias Barat. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penyaluran daya dari pembangkit agar dapat terintegrasi dengan sistem kelistrikan.

Selain itu, akses jalan menuju lokasi PLTD juga menjadi bagian yang perlu dipersiapkan dan dikoordinasikan sehingga tahapan persiapan maupun pembangunan nantinya dapat berjalan dengan baik.

Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si. menegaskan bahwa penguatan infrastruktur kelistrikan merupakan bagian dari pembangunan daerah yang membutuhkan sinergi berbagai pihak.

Pemerintah daerah, PLN, pemerintah desa, dan masyarakat memiliki peran masing-masing. Karena itu, Bupati mengajak pemerintah desa dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung kelancaran proses pembangunan serta menjaga infrastruktur kelistrikan yang nantinya hadir sebagai bagian penting dari kebutuhan masyarakat.

Masuknya 10 wilayah dalam Program Lisdes 2026 bukan berarti perjuangan kelistrikan di Nias Barat berhenti pada angka tersebut.

Justru, langkah ini menjadi bagian dari proses yang terus dilanjutkan. Desa dan dusun lain yang hingga saat ini belum memperoleh layanan listrik secara memadai akan terus didata, dipersiapkan usulannya, dikoordinasikan, dan diperjuangkan agar dapat masuk dalam tahapan program berikutnya sesuai ketentuan dan kesiapan yang dipersyaratkan.

Semangatnya sederhana: tidak boleh ada wilayah yang dilupakan dalam perjalanan menuju Nias Barat yang lebih maju.

Sebab, bagi masyarakat di pelosok, hadirnya listrik bukan hanya tentang penerangan. Listrik berarti hadirnya kesempatan. Kesempatan bagi anak-anak untuk belajar lebih lama, bagi orang tua untuk mengembangkan usaha, bagi tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan, dan bagi masyarakat untuk semakin terhubung dengan dunia yang lebih luas.

Listrik diharapkan tidak hanya menerangi rumah-rumah masyarakat, tetapi juga menerangi jalan menuju masa depan.

Melalui sinergi Pemkab Nias Barat dan PLN, perjuangan menghadirkan listrik yang lebih merata dan andal terus dilanjutkan.

Lisdes memperluas jangkauan, PLTD 10 MW memperkuat pasokan, dan kolaborasi menjadi energi untuk mewujudkan Nias Barat CERAH: Cerdas, Sejahtera dan Sehat. (Hengky Zai)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close