![]() |
| Yulianto Degei [Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Paniai] | Foto : istimewa |
Paniai - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Paniai, Yuliton Degei, S.H., M.M menegaskan larangan keras membuang sampah sembarangan di Kali Enarotali dan Danau Paniai.
Penegasan itu disampaikannya kepada media melalui sambungan telepon seluler dan pesan WhatsApp, Selasa, 20 Oktober 2026.
Menurut Yuliton, Danau dan Kali adalah sumber mata pencaharian utama masyarakat Paniai. Paniai memiliki tiga danau yakni Danau Tigi, Tage dan Danau Paniai. Danau Paniai yang terbesar dikenal dunia dengan nama Danau Wissel Meren.
"Danau Paniai adalah sumber kehidupan utama bagi masyarakat kita. Danau Paniai adalah salah satu kekayaan yang kita miliki dan danau terindah di kelas dunia yang sudah diakui pada konferensi. Itu adalah kebanggaan kita," ujar Yuliton.
Ia menegaskan danau yang bersih menjadi tempat hidup ikan dan menjamin kesehatan masyarakat. Air yang bersih membuat hewan dan manusia menjadi sehat.
Terkait pelanggaran, Yuliton menyebut Pemda sedang menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) sebagai dasar sanksi.
"Bagi mereka yang melanggar setelah Perda disahkan akan dikenakan sanksi. Peraturannya sudah mulai dibuat dan kami tunggu untuk disahkan menjadi Perda," tegasnya.
Ia menekankan penanganan sampah kembali kepada kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dan memilah sampah organik dan anorganik.
Tiga Larangan Keras yang disampaikan Yuliton Degei:
- Dilarang keras membuang sampah apapun ke Danau Paniai.
- Dilarang keras membuang sampah ke Kali Enarotali dan aliran sungai yang masuk ke Danau Paniai.
- Dilarang keras mencuci kendaraan, pakaian atau peralatan di tepi danau dengan sabun atau deterjen.
"Deterjen menimbulkan polusi dan pencemaran sehingga ikan bisa mati, tumbuhan bisa mati," jelasnya.
Selain itu dilarang menumpuk sampah di tepi danau atau di tempat terbuka yang bisa hanyut saat hujan.
Untuk penanganan, DLH memprogramkan pemasangan pagar kawat penahan sampah di setiap jembatan Kali Enarotali agar sampah plastik dan botol Aqua tertahan.
"Kalau kita rusak lingkungan ini, anak-anak kita akan ke mana? Kita jaga lingkungan baik itu danau, kali, tanah maupun hutan untuk anak cucu kita agar mereka juga bisa nikmati dan sejahtera," pesannya.
"Jaga Danau Paniai, Jaga Masa Depan Kita. Danau bersih, hidup sehat, masyarakat sejahtera," tutupnya.
DLH siap mendukung visi misi Bupati Paniai menjadikan Paniai kota yang bersih, indah dan menyenangkan. (Jeri Kogopa).

0 Komentar