BREAKING :

Tokoh Pemuda Paniai Himbau Warga Papua Tengah Hentikan Praktik Bawa Nama Suku dalam Masalah Sepele

Tokoh Pemuda Paniai Otniel Kobepa Memberi Himbauan Kepada Masyarakat Khususnya Warga Paniai Untuk Tetap Tenang Dan Tidak Membawa Nama Suku Kedalam Masalah Yang Bersifat Tidak Perlu Untuk Dibesarkan | Foto : Jeri.
Paniai - Tokoh Pemuda Paniai, Otniel Kobepa, mengimbau seluruh warga masyarakat Papua Tengah agar tidak mengatasnamakan suku dalam persoalan keluarga maupun persoalan kemasyarakatan yang kompleks.

Imbauan tersebut disampaikan melalui sambungan telepon seluler kepada media Jelajahsatu.com, Rabu (21/10/2026).

Otniel menyoroti maraknya peristiwa yang terjadi di Nabire, ibu kota Provinsi Papua Tengah. Menurutnya, persoalan sepele seperti pertandingan bola voli, sepak bola, pencurian, hingga pemerkosaan, kerap kali dibawa ke ranah konflik kesukuan.

"Masalah sepele, seperti pertandingan kelompok bola voli, sepak bola, pencurian, atau pemerkosaan, tidak boleh dibawa dengan mengatasnamakan suku. Persoalan tersebut harus diselesaikan secara biasa sesuai kebiasaan di lingkungan masing-masing," ujar Otniel.

Ia menegaskan bahwa penyelesaian masalah tidak perlu memandang perbedaan suku dan asal daerah. Ketua rukun tetangga (RT) setempat atau kepala suku harus memastikan kronologi peristiwa secara objektif terlebih dahulu.

"Jangan langsung menerima informasi hanya karena memperoleh rekaman audio di WhatsApp dan lain-lain. Semua itu terjadi karena kegagalan kepala suku atau ketua RT setempat dalam memastikan peristiwa yang sebenarnya," tegasnya.

Lebih lanjut, Otniel menilai bahwa ke depan para ketua RT dan kepala suku harus memastikan dengan saksama kronologi peristiwa yang terjadi di wilayahnya sebelum mengambil tindakan.

Secara khusus untuk Kabupaten Paniai, Otniel mengingatkan bahwa masyarakat Paniai terdiri atas empat suku besar yang hidup berdampingan secara abadi, yakni Suku Mee, Suku Moni atau Migani, Suku Wolani, dan Suku Auye.

"Kita, empat suku besar yang mendiami Kabupaten Paniai, tidak perlu lagi terpancing oleh isu atau informasi yang tidak benar dari rekaman audio melalui grup WhatsApp atau media apa pun dari kabupaten lain, meskipun berasal dari bahasa atau suku yang sama. Hal tersebut hanya akan memisahkan hubungan kekeluargaan kita yang abadi," pungkasnya.

(Jeri Kogopa)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close