BREAKING :

Tingkatkan Mutu Layanan, Rumah Sakit di Gunungsitoli Hadirkan Pelayanan Phacoemulsifikasi

Pertemuan Pihak RSU dan BPJS Kesehatan

Gunungsitoli – Dalam upaya peningkatan mutu layanan bagi masyarakat, Rumah Sakit Umum (RSU) Bethesda yang berada di Kota Gunungsitoli melakukan penambahan pelayanan bagi penyakit mata Katarak dengan menghadirkan pelayanan phacoemulsifikasi (phaco) bagi masyarakat Kota Gunungsitoli dan Pulau Nias. Informasi tersebut disampaikan oleh pihak rumah sakit melalui pertemuan dengan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Gunungsitoli, Senin (12/09/2022).

Pemilik RSU Bethesda, Fatinasa Zalukhu menyampaikan dengan adanya tindakan phaco diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan operasi Katarak yang ada di Kepulauan Nias. Ia menjelaskan bahwa pelayanan dengan metode phaco ini akan dilaksanakan oleh Emir El Newi yang merupakan dokter spesialis mata di Klinik M77 Medan.

“Dengan hadirnya dr. Emir El Newi yang merupakan spesialis dalam teknik atau metode phaco diharapkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di Pulau Nias khususnya pelayanan terhadap pasien operasi mata katarak semakin baik dan masyarakat mendapatkan pelayanan sesuai dengan apa yang dibutuhkan tanpa harus berobat keluar pulau,” jelas Fatinasa.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli, Dona Rumondang juga menyambut baik hal tersebut. Menurutnya phaco adalah tindakan terbaik dalam operasi mata katarak. Dengan adanya layanan tindakan ini di RSU Bethesda, peserta tidak harus mengeluarkan biaya yang besar untuk mengobati katarak.

“Secara garis besar, perbedaan dari tiga teknik atau metode operasi katarak ini adalah di segi waktu proses tindakan dan rasa atau efek yang ditimbulkan setelah operasi. Phaco merupakan salah satu teknis operasi dengan mutu yang baik karena tanpa jahitan, sayatan yang minim, waktu operasi dan pemulihan yang cepat. Dengan adanya metode ini di RSU Bethesda diharapkan masyarakat tidak perlu jauh-jauh berobat sampai ke RS yang berada di luar pulau, sehingga dapat menghemat biaya,” kata Dona.

Lebih lanjut Dona menyampaikan bahwa kebutuhan operasi mata di Pulau Nias cukup tinggi. Selain dengan metode Extra Capsular Cataract Extraction (ECCE) yang selama ini sudah tersedia di Gunungsitoli, masih terdapat masyarakat yang melakukan pengobatan sampai keluar pulau demi mendapatkan pelayanan phaco ini.

“Jika kita melihat kebutuhan masyarakat untuk pengobatan operasi mata katarak di Pulau Nias cukup tinggi. Berdasarkan data sampai dengan Juni 2022, masyarakat yang melakukan operasi katarak dengan tindakan phaco di luar wilayah sekitar 43 orang, belum ditambah tindakan pengobatan dengan metode ECCE yang selama ini sudah tersedia di Gunungsitoli dengan jumlah pasien sebanyak 20 orang per bulan,” jelas Dona.

Dona berharap bahwa dengan adanya pelayanan dengan metode phaco ini, mutu pelayanan kesehatan dapat meningkat dan masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat dan tepat untuk penyakitnya.

“BPJS berkomitmen meningkatkan mutu layanan dengan mendukung pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien pada fasilitas kesehatan yang bekerja sama. Dengan hadirnya pelayanan phaco ini diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat di Pulau Nias,” kata Donna. (rilis/Haogo Zega).


0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close