![]() |
| Layanan BPJS Keliling | Foto: BPJS Cabang Gunungsitoli |
Gunungsitoli – Dalam rangka mendekatkan serta memperluas akses layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada masyarakat, BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli menggelar layanan BPJS Keliling di Desa Ononamolo I, Kota Gunungsitoli, Rabu (14/06).
Pada kegiatan BPJS Keliling tersebut, masyarakat bisa mengakses layanan informasi maupun administrasi terkait kepesertaan JKN langsung kepada petugas BPJS Kesehatan.
Ditemui pada kesempatan terpisah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli, Nancy Agitha mengatakan bahwa kegiatan BPJS Keliling diharapkan bisa mendekatkan layanan kepada peserta JKN dengan menggunakan konsep jemput bola kepada masyarakat. Melalui BPJS Keliling, BPJS Kesehatan berupaya memberikan kemudahan akses layanan JKN sehingga peserta tidak harus datang ke kantor BPJS Kesehatan untuk mendapatkan pelayanan administrasi kepesertaan.
“BPJS Keliling ini merupakan salah satu kanal layanan tatap muka yang dimiliki oleh BPJS Kesehatan. Konsep jemput bola yang diusung merupakan bagian dari upaya BPJS Kesehatan untuk memberikan informasi dan pelayanan langsung kepada peserta, sehingga peserta yang selama ini memiliki kendala dalam mengakses pelayanan akibat lokasi atau jarak dapat memanfaatkan kanal layanan ini,” jelas Nancy.
Lebih lanjut Nancy menjelaskan bahwa terdapat beberapa jenis layanan yang dapat dilakukan pada petugas BPJS Keliling. Beberapa di antaranya layanan administrasi kepesertaan, pengecekan data peserta dan iuran, serta informasi dan penyampaian pengaduan langsung yang berkaitan dengan Program JKN.
“Kegiatan BPJS Keliling ini rutin dilakukan sesuai agenda yang direncanakan, berbeda-beda destinasi untuk menyasar peserta yang tidak sempat atau terkendala datang ke kantor untuk mengurus kepesertaannya maupun untuk mendapatkan informasi Program JKN. Terkadang dilakukan dengan metode kolaborasi dengan Puskesmas, kecamatan, kelurahan maupun kantor-kantor dinas yang ada di wilayah kerja Kantor Cabang Gunungsitoli. Harapannya adanya BPJS Keliling ini dapat dimanfaatkan oleh peserta JKN maupun masyarakat umum di wilayah setempat,” ungkap Nancy.
Nancy menambahkan bahwa BPJS Kesehatan terus berupaya memberikan kemudahan layanan kepada peserta. Selain layanan tatap muka, BPJS Kesehatan juga menyediakan layanan non tatap muka seperti BPJS Kesehatan Care Center 165, Aplikasi Mobile JKN, Chat Assistant JKN (CHIKA), Voice Interactive JKN (VIKA), Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA), situs resmi dan media sosial resmi BPJS Kesehatan.
Pada kesempatan tersebut, salah satu warga Desa Ononamolo I Lot, Sarina Zebua (32) berbagi pengalamannya terkait layanan BPJS Keliling. Sarina memanfaatkan hadirnya BPJS Keliling untuk memperoleh informasi lebih terkait program JKN sekaligus mengecek status dan segmentasi kepesertaannya berdasarkan NIK.
“Sebelumnya saya masih kurang paham Program JKN, bahkan saya sendiri tidak mengetahui apakah saya sudah terdaftar atau belum. Melalui pemaparan materi dan jawaban pertanyaan oleh pertugasnya menambah pengetahuan saya terkait Program JKN. Tadi juga dibantu cek status dan kepesertaan saya oleh petugas, ternyata sudah terdaftar di tanggungan pemerintah dan statusnya aktif. Tadi disampaikan juga ternyata pengecekan bisa dilakukan menggunakan NIK di KTP, termasuk berobat juga cukup pakai itu,” ujar ibu rumah tangga ini.
Sarina juga mengapresiasi adanya BPJS Keliling di desanya. Menurutnya kegiatannya sangat bermanfaat menambah wawasan dan gambaran terkait mekanisme pelayanan dan ketentuan dalam pelaksanaan Program JKN. Selain itu, dengan pelayanan langsung yang diberikan sangat mempermudah akses warga desanya dalam melakukan pengurusan, dengan demikian mereka tidak perlu ke jauh-jauh ke kantor BPJS Kesehatan untuk akses pelayanan tatap muka.
“Kegiatan ini menambah pemahaman kami terkait Program JKN. Juga pelayanan langsung yang diadakan sangat membantu kami mengakses pelayanan administrasi kepesertaan, untuk sekedar pengecekan saja tadi dibantu cukup baik. Ini merupakan alternatif bagi kami yang tidak sempat dan terkendala ke kantor BPJS Kesehatan,” tutup Sarina. (rilis/haogozega).

0 Komentar