BREAKING :

Satu Pokdakan di Nias Utara Berhasil Panen Raya Ikan Nila Sistem Bioflok

Panen raya ikan nila bioflok di Nias Utara | Foto : istimewa

Nias Utara - Ikan nila sistem bioflok yang dibudidayakan oleh kelompok Sanuwu di Kecamatan Tuhemberua berhasil dilakukan panen raya. Senin (23/09/2023).

Upaya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di sektor perikanan, budidaya ikan air tawar terus ditingkatkan oleh pemerintah kabupaten Nias Utara saat ini, seperti halnya yang telah terlaksana dan membuahkan hasil budidaya ikan nila sistem bioflok oleh satu kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Sanuwu di Lolomboli Desa Banuagea Kecamatan Tuhemberua. 

Saat panen raya ikan nila yang dilaksanakan bersama Wakil Bupati Nias Utara, Yusman Zega, Ketua DPC HSNI Dalifati Ziliwu, bersama kepala OPD lainnya, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Nias Utara Sabar Jaya Telaumbanua, S.Pi, M.Si menyampaikan ikan nila bioflok yang dipanen tersebut merupakan hasil paket bantuan sarana dan prasarana dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Tahun Anggaran 2022 yang lalu. 

"Paket bantuan sistem bioflok ini merupakan satu-satunya yang ada di wilayah Kepulauan Nias dimana sistem budidayanya memiliki perlakuan berbeda dengan menggunakan teknik rekayasa lingkungan yang mengandalkan pasokan oksigen dan pemanfaat mikroorganisme. Sistem bioflok akan menggabungkan senyawa organik dan anorganik yang terdiri dari karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, kotoran ikan dan sisa pakan yang nantinya akan membentuk bioflok," kata Sabar Jaya Telaumbanua.

Lebih jauh dijelaskannya, teknik bioflok ikan nila baru akan bekerja jika kandungan oksigen di dalam air sudah cukup, untuk mendapatkan oksigen maka diperlukan aliran listrik untuk memasoknya.

"Jadi, ini merupakan hasil panen yang kedua kali dilakukan oleh Pokdakan Sanuwu, dimana masa panen hanya membutuhkan waktu empat bulan bila dibandingkan dengan panen normal yang membutuhkan waktu selama enam bulan. Hasil ini cukup efesien dan produktif, dengan enam media bioflok yang diterima berdiameter empat maka produksi panen akhir (SR 80%) dapat menghasilkan 1.000 kg ikan nila setiap periode panen. Semoga ke depan dapat terus dikembangkan dan dicontoh bentuk usaha ini oleh kelompok- kelompok pembudidaya lainnya," ucap Sabar Jaya.

Panen raya ikan nila bioflok

Pada saat itu, Wakil Bupati Nias Utara, Yusman Zega menyampaikan apresiasi karena usaha budidaya Pokdakan Sanuwu tersebut dapat menjadi percontohan terhadap kelompok- kelompok lainnya.

"Kelompok ini sungguh produktif, adanya semangat kerja keras dan diharapkan dapat terus belajar tanpa berhenti mencoba dengan inovasi dan metode teknis yang begitu cepat berubah dan berkembang saat ini. Ke depan Pokdakan Sanuwu diharapkan dapat menjadi pusat budidaya ikan air tawar yang menghasilkan benih dan produksi pembesaran budidaya ikan air tawar di Kabupaten Nias Utara," kata Yusman Zega. (Haogo Zega).

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close