![]() |
| Pengamat Komunikasi Publik, Dr. Amosi Waruwu | Foto : istimewa |
Nias Utara - Konferensi pers merupakan agenda penting untuk menyediakan akses informasi secara terbuka untuk publik, seperti yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Nias Utara. Kamis (29/01/2026).
Pernyataan pentingnya konferensi pers tersebut disampaikan oleh Pengamat Komunikasi Publik, Dr. Amosi Waruwu kepada jelajahsatu.com di Lotu.
"Konferensi pers yang dilaksanakan oleh Bupati Nias Utara pada hari Rabu 28 Januari 2026 merupakan langkah komunikasi yang tepat secara prinsip, karena menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk hadir langsung, terbuka, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik. Kehadiran pimpinan daerah dalam forum resmi seperti itu penting untuk mereduksi spekulasi serta memastikan pesan kebijakan disampaikan dari sumber utama," tutur Dr. Amosi.
Dari sisi substansi, menurutnya pesan yang disampaikan pemerintah daerah Nias Utara dalam konferensi pers dimaksud sudah berupaya menjawab isu yang berkembang di ruang publik. Namun, efektivitas komunikasi publik tidak hanya ditentukan oleh niat baik dan kehadiran pejabat, melainkan juga oleh kejelasan struktur pesan, konsistensi narasi, serta dukungan data yang mudah dipahami masyarakat. Pada beberapa bagian, masih diperlukan penajaman pesan agar tidak menimbulkan multitafsir, terutama bagi audiens non-teknis.
"Dari aspek strategi komunikasi, konferensi pers yang dilakukan oleh Bupati Nias Utara, telah memenuhi fungsi klarifikasi, serta pendekatan komunikasi yang lebih proaktif, dengan menyiapkan key message yang ringkas, lembar fakta (fact sheet), serta narasi visual yang membantu media dan publik memahami konteks secara utuh," ucapnya.
Sementara dari sisi hubungan dengan media, kata Dr. Amosi Waruwu bahwa pelaksanaan konferensi pers itu menunjukan kemauan pemerintah daerah untuk membuka ruang dialog dan hal tersebut patut diapresiasi. Namun, komunikasi publik yang berkelanjutan membutuhkan kesinambungan pesan setelah konferensi pers, baik melalui kanal resmi pemerintah daerah maupun juru bicara yang konsisten, agar pesan tidak terputus atau dibingkai secara keliru.
"Secara keseluruhan, konferensi pers Bupati Nias Utara merupakan langkah positif dalam membangun komunikasi pemerintahan yang terbuka. Sehingga isu yang tidak jelas, yang liar ditengah-tengah masyarakat dapat dijelaskan dan diinformasikan dengan jelas kepada khayalak. Tantangan ke depan bukan lagi sekadar menyampaikan informasi, tetapi memastikan pesan tersebut dipahami, dipercaya, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," pungkas Dr. Amosi Waruwu. (Haogo Zega).

0 Komentar