![]() |
| Wakil Bupati Nias Utara Yusman Zega Hadiri Sesi Dialog Interaktif Bersama Pemerhati Anak Prof. Seto Mulyadi Atau Akrab Disapa Kak Seto Terkait Tentang Pola Asuh Anak | Foto : Ist. |
Nias Utara – Rangkaian Festival Pendidikan bertajuk
"Pendidikan Inklusi Berbasis Budaya di Nias Utara" memasuki hari
kedua dengan agenda utama yang dinanti-nantikan oleh para pendidik, orang tua,
dan siswa. Wakil Bupati Nias Utara bersama jajaran pimpinan daerah menghadiri
sesi dialog interaktif inspiratif yang disampaikan langsung oleh tokoh
perlindungan anak nasional, Prof. Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si. (Kak Seto),
di Tribun Kabupaten Nias Utara, Jumat (6/3/2026).
Kehadiran Kak Seto dalam dialog interaktif ini memberikan
angin segar serta wawasan baru mengenai pentingnya penerapan pola pengasuhan
dan metode pembelajaran yang ramah anak, menyenangkan, serta inklusif di
lingkungan satuan pendidikan maupun keluarga.
"Kehadiran Kak Seto di tengah-tengah kita hari ini
memberikan pencerahan yang luar biasa bagi para pendidik dan orang tua di Nias
Utara. Pendidikan inklusi yang berbasis budaya tidak hanya tentang mencerdaskan
akal anak-anak kita, tetapi juga membangun mental, karakter, dan rasa percaya
diri mereka dalam suasana yang gembira dan bebas dari kekerasan," ujar
Wakil Bupati.
Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Inklusif dan Berbasis
Budaya
Hari kedua pelaksanaan festival ini sekaligus menjadi ruang
refleksi dan perayaan atas berbagai praktik baik di bidang pendidikan yang
telah berjalan selama satu tahun terakhir melalui kolaborasi antara Pemkab Nias
Utara, Save the Children, Article 33, serta program KREASI (Kolaborasi Untuk
Edukasi Anak Indonesia).
Festival ini meneguhkan komitmen bersama seluruh pemangku
kepentingan untuk terus menghadirkan sistem pendidikan yang inklusif—yakni
sistem yang merangkul seluruh anak tanpa terkecuali, sekaligus menjunjung
tinggi nilai-nilai kearifan dan keberagaman budaya lokal Nias Utara. Antusiasme
tinggi tampak dari interaksi aktif para guru, kepala sekolah, orang tua, hingga
Forum Anak Nias Utara yang hadir mengikuti jalannya sesi dialog bersama Kak
Seto.
"Kami di Pemkab Nias Utara berkomitmen penuh untuk
terus merawat kolaborasi bersama Save the Children, Article 33, dan seluruh
pemangku kepentingan demi memastikan hak-hak anak terpenuhi secara utuh di
setiap satuan pendidikan," tambahnya.
Dihadiri oleh Jajaran Pimpinan Daerah dan Mitra Pembangunan
Penyelenggaraan hari kedua festival ini turut dihadiri
secara langsung oleh Wakil Bupati Nias Utara, Ketua DPRD Kabupaten Nias Utara,
Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Utara, para Asisten dan Staf Ahli, serta
Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nias Utara.
Hadir pula jajaran pengamanan dari Polsek Lotu, perwakilan
Save The Children, Direktur Article 33 beserta jajaran, Tim Article 33 dan
KREASI Nias Utara, Forum Anak Nias Utara, para kepala sekolah dan perwakilan
guru dari sekolah-sekolah intervensi KREASI, perwakilan orang tua siswa, serta
para tamu undangan lainnya.
Melalui suksesnya penyelenggaraan hari kedua ini, Pemkab Nias Utara berharap semangat kolaborasi dalam membangun ekosistem pendidikan yang ramah anak dan berbasis budaya dapat terus dijaga dan diperluas demi masa depan generasi muda Bumi Nias Utara yang lebih gemilang. (Petrus Zend).

0 Komentar