![]() |
| Siswa SIP Yaman Zega Berbagai Kasih di Panti Jompo di Kota Gunungsitoli | Foto : Nozanzeg |
Gunungsitoli - Siswa Pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan Ke-56 Tahun Anggaran 2026 asal pengiriman Polres Nias Polda Sumatera Utara, Yaman Setia Zega, SE menggelar aksi kemanusiaan berupa kegiatan Bhakti Sosial di Panti Jompo Betania BNKP. Kegiatan sosial penuh kehangatan ini berlokasi di Jalan Gomo Nomor 24, Kota Gunungsitoli, pada Minggu (02/08/2026).
Aksi nyata tersebut merupakan wujud kepedulian sosial serta empati yang tinggi dari para calon perwira Polri terhadap masyarakat, khususnya bagi para orang tua lanjut usia (lansia) yang tinggal di panti tersebut.
Yaman Setia Zega saat ini tergabung dalam Resimen Parakrama Pradhana (RPP). Resimen tersebut merupakan wadah bagi para peserta didik SIP Angkatan ke-56 Tahun Anggaran 2026 yang tengah menempuh pendidikan pembentukan perwira Polri di Sukabumi.
Kegiatan anjangsana ini sekaligus mengimplementasikan motto utama Resimen Parakrama Pradhana, yakni "Peduli, Mengabdi, dan Melayani Masyarakat".
Pengelola Panti Jompo Betania, Pdt. Saba’ati Lase, menyambut hangat dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian yang ditunjukkan oleh siswa SIP tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada siswa SIP Angkatan Ke-56, Bapak Yaman Setia Zega, S.E yang telah datang dan berbagi kebahagiaan bersama kami di panti ini. Semoga kegiatan mulia seperti ini menjadi ladang amal serta membawa berkah dan manfaat bagi kita semua,” tutur Pdt. Saba’ati Lase.
Kegiatan sosial ini dinilai sangat selaras dengan visi besar lembaga pendidikan kepolisian. Aksi ini sejalan dengan tema pendidikan Sekolah Inspektur Polisi Angkatan ke-56, yaitu “Membangun keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif.”
Melalui program Bhakti Sosial ini, seluruh siswa SIP diharapkan tidak sekadar mencetak kompetensi akademis dan taktis sebagai calon perwira Polri.
Lebih dari itu, momentum ini ditujukan untuk terus memupuk jiwa kepedulian sosial, kepekaan nurani, serta semangat pengabdian tanpa batas kepada masyarakat luas sebagaimana nilai-nilai luhur yang ditanamkan selama masa pendidikan pembentukan. (Nosanzeg).

0 Komentar