BREAKING :

Banjir Kembali Melanda Desa Muara Tapanuli Tengah, Warga Desak Normalisasi Sungai

Banjir meluap di Desa Muara Sibuntuon Tapanuli Tengah | Foto : Atulee

Tapanuli Tengah - Banjir susulan kembali melanda Dusun II, Desa Muara Sibuntuon, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Minggu (13/9/2026). 

Luapan Sungai Muara akibat hujan deras yang disertai badai petir ini membuat puluhan kepala keluarga di bantaran sungai didera rasa cemas dan trauma mendalam akibat belum adanya pemulihan infrastruktur pascabencana tahun lalu.

Pantauan di lokasi menunjukkan debit air sungai meningkat drastis dengan arus yang cukup deras sejak pukul 15.30 WIB hingga 17.00 WIB. Kondisi tersebut langsung mengancam kawasan permukiman dan rumah ibadah di wilayah Dusun II.

Salah seorang warga, Ali Yusuf Gulo, menyampaikan keluhan mendalam terhadap belum adanya penanganan serius dari pemerintah setempat untuk mengantisipasi luapan Sungai Muara.

"Ini daerah yang sampai sekarang masih belum dilirik oleh pemerintah atau tidak diperhatikan sama sekali setelah bencana tahun lalu. Sungai Muara meluap lagi setelah diguyur hujan dan badai petir di Desa Muara Sibuntuon Dusun II," ujar Ali Yusuf kepada wartawan.

Ali Yusuf menambahkan, sedikitnya 44 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di sekitar bantaran sungai kini selalu dihantui rasa takut setiap kali awan hitam menyelimuti langit. 

Hal ini dipicu oleh fakta bahwa hingga hampir satu tahun pascabencana banjir dan longsor melanda, belum ada langkah nyata berupa normalisasi sungai maupun perbaikan infrastruktur.

"Setiap turun hujan deras, kami selalu waswas. Sungai yang belum dinormalisasi membuat kami khawatir banjir besar kembali terjadi. Kami sangat berharap pemerintah segera melakukan penanganan agar masyarakat merasa aman," pintanya.

Menurutnya, dampak kerusakan akibat bencana tahun lalu tidak hanya dirasakan di desa mereka, melainkan juga meluas hingga ke Desa Sibio-bio. 

Berbagai infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, serta alur sungai yang bergeser akibat longsor masih dibiarkan tanpa penanganan maksimal. Bahkan yang lebih memilukan, masih ada korban hilang dari bencana tahun lalu yang hingga kini belum berhasil ditemukan.

Pada banjir susulan kali ini, luapan air sungai dilaporkan kembali merendam sejumlah fasilitas umum termasuk rumah ibadah dan masjid desa. Situasi ini memicu keprihatinan sekaligus desakan yang kian kuat dari warga sekitar.

Lebih lanjut, Ali Yusuf menjelaskan bahwa aspirasi serta keluhan warga sebenarnya sudah berulang kali disuarakan melalui pihak desa. Kendati demikian, masyarakat hanya diminta bersabar tanpa adanya kepastian yang jelas.

"Kami sudah beberapa kali mempertanyakan hal ini kepada pemerintah desa. Jawabannya masih menunggu informasi dari pemerintah kabupaten. Sampai sekarang kami belum melihat adanya realisasi di lapangan," ungkapnya kecewa.

Masyarakat Dusun II Desa Muara Sibuntuon sangat berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah beserta instansi terkait segera turun ke lapangan. Warga berharap langkah konkret berupa proyek normalisasi Sungai Muara, pembangunan tanggul pengaman tebing, serta percepatan pemulihan infrastruktur demi menjamin keselamatan dan hak hidup aman masyarakat setempat.

Hingga berita ini ditayangkan, jelajahsatu.com masih terus berupaya menghubungi dan mendapatkan konfirmasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, pihak BPBD Tapanuli Tengah, serta instansi terkait lainnya sebagai bentuk keberimbangan informasi. (Atulee).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close