![]() |
| Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu temui Menteri UMKM di Jakarta | Foto : istimewa |
Nias Barat — Kabupaten Nias Barat memiliki potensi besar pada sektor pertanian, kelautan, dan pariwisata yang secara keseluruhan menyumbang lebih dari 53 persen terhadap PDRB (Produk, Domestik, Regional dan Bruto) daerah. Potensi tersebut perlu dimaksimalkan melalui penguatan hilirisasi dan industri pengolahan lokal, sehingga komoditas daerah tidak hanya keluar dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan nilai tambah dan memperkuat ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si., M.M., saat menyampaikan gambaran dan arah pengembangan UMKM Nias Barat dalam audiensi bersama Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza, beserta jajaran Kementerian UMKM, Rabu (9/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati memaparkan kondisi dan potensi UMKM Nias Barat yang saat ini tercatat sebanyak 1.990 pelaku usaha, dengan sekitar 97 persen masih berada pada skala mikro. Kondisi ini menjadi perhatian sekaligus peluang untuk menghadirkan intervensi kebijakan yang tepat agar pelaku usaha dapat berkembang, meningkatkan kapasitas produksi, dan naik kelas.
Untuk memperkuat ekosistem UMKM, Pemerintah Kabupaten Nias Barat menyampaikan lima usulan strategis, meliputi dukungan mesin dan peralatan produksi, penguatan legalitas dan sertifikasi produk, peningkatan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses pembiayaan termasuk KUR, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas.
Langkah tersebut diarahkan agar UMKM Nias Barat tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki kapasitas produksi yang lebih kuat, kualitas produk yang semakin baik, daya saing yang meningkat, serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Bagi Nias Barat, penguatan UMKM tidak dapat dipisahkan dari upaya mengembangkan potensi unggulan daerah. Produk pertanian, hasil kelautan, maupun potensi pariwisata perlu didorong agar memiliki nilai tambah melalui proses pengolahan di daerah.
Dengan demikian, hilirisasi tidak hanya menjadi strategi meningkatkan nilai ekonomi komoditas, tetapi juga membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Ketika UMKM tumbuh, produk lokal berkembang dan akses pasar semakin terbuka, maka ekonomi masyarakat kita ikut bertumbuh. Inilah yang ingin kita dorong bersama, agar potensi Nias Barat dapat menjadi kekuatan ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Bupati.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi pintu masuk untuk memperkuat sinergi Pemerintah Kabupaten Nias Barat dan Pemerintah Pusat dalam menciptakan ekosistem usaha yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan.
Jajaran Kementerian UMKM yang Hadir
Audiensi tersebut turut dihadiri Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Sekretaris Kementerian UMKM Loto Ginting, Deputi Bidang Usaha Kecil Temmy Satya, Deputi Bidang Usaha Menengah Bagus Rachman, Staf Ahli Menteri Reghi, Staf Khusus Menteri Ahmad Syauqi, Direktur Utama LLP KUKM Doddy Matondang, Sesdep Mikro Fixy, Sesdep Kewirausahaan Rahmadi, serta para tenaga ahli Wakil Menteri UMKM.
Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Nias Barat untuk memastikan potensi ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM, mendapatkan dukungan kebijakan dan akses yang lebih luas dari pemerintah pusat.
UMKM naik kelas, produk lokal bernilai tambah, ekonomi masyarakat Nias Barat semakin kuat. (Hengky Zai).

0 Komentar