![]() |
| Bupati Eliyunus Waruwu Sambangi Kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta, Bawa lima aspirasi strategis | Foto : istimewa |
Jakarta — Setelah sebelumnya mengunci komitmen strategis di Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu kembali bergerak ke pemerintah pusat dengan membawa sejumlah agenda prioritas daerah ke Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kamis (10/9/2026).
Dalam audiensi tersebut, Bupati Nias Barat diterima langsung oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal Shoffan Shofwan serta Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik, Sri Sugy Atmanto.
Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Nias Barat untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat sekaligus memastikan kebutuhan strategis daerah mendapatkan perhatian dan dukungan.
Ada lima aspirasi konkret yang dibawa dalam audiensi tersebut, yakni Revitalisasi Pasar Mandrehe TA 2027, Pembangunan Pasar Sitolubanua, penguatan distribusi dan logistik daerah, pengembangan pemasaran dan perdagangan digital, serta pembentukan Focal Point Kemendag–Pemkab Nias Barat.
Bupati Eliyunus menegaskan, pembangunan ekonomi daerah tidak cukup hanya berhenti pada peningkatan produksi. Rantai ekonomi harus dikawal secara utuh, mulai dari produksi di desa, pengolahan, pengemasan, distribusi, hingga pemasaran ke pasar yang lebih luas.
“Kalau kita hanya menanam kemudian menjual dalam bentuk bahan mentah dengan harga murah, masyarakat kita akan sulit mendapatkan nilai tambah. Kita ingin memastikan hasil produksi masyarakat memiliki pasar, memiliki nilai tambah, dan mampu bersaing,” ujar Bupati.
Menurutnya, sentuhan teknologi, perbaikan kemasan, penguatan sistem logistik, serta perluasan akses pemasaran menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem perdagangan yang sehat di Nias Barat.
Dengan demikian, hasil pertanian, perkebunan, perikanan, UMKM, dan berbagai potensi ekonomi daerah tidak hanya menjadi komoditas yang keluar dari Nias Barat dalam bentuk mentah, tetapi dapat diolah dan dipasarkan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
“Harapan kita, intervensi pemerintah pusat tidak hanya menyentuh sektor hulu atau produksi. Dari desa sampai ke pasar nasional harus terhubung secara utuh. Nilai tambah ekonominya harus semakin banyak tinggal di daerah dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Bupati Eliyunus menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Nias Barat akan terus mengawal aspirasi daerah melalui komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah pusat.
“Kita akan terus bergerak, membangun kolaborasi dan mengetuk pintu pemerintah pusat untuk membawa aspirasi Nias Barat. Ini bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan Nias Barat yang semakin CERAH: Cerdas, Sejahtera, dan Sehat,” pungkasnya. (Hengky Zai).

0 Komentar