![]() |
| Sekda Gunungsitoli Andhika Laoli Berharap Program Vokasi Berbasis Tailor Made Training (TMT) Tahun 2026 Dapat Dimanfaatkan Dengan Baik Oleh Peserta | Foto : Ist. |
Gunungsitoli – Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Ketenagakerjaan mengambil langkah strategis dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal. Pemko menggandeng Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan untuk menghadirkan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) melalui Program Tailor Made Training (TMT).
Pembukaan pelatihan secara resmi dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Andhika P. Laoly, S.STP., M.Si., CGCAE, di Ruang Rapat II Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Rabu (16/9/2026). Hadir pula perwakilan BBPVP Medan Rohisma Pasaribu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Ketenagakerjaan Dafril Hulu, S.E., serta jajaran terkait.
Fokus Keterampilan Digital dan Sertifikasi BNSP
Program TMT ini dirancang khusus agar materi yang diberikan selaras dengan kebutuhan dunia kerja modern. Sebanyak 32 peserta terpilih asal Kota Gunungsitoli akan mengikuti dua paket keahlian utama, yakni Content Marketing dan Optimalisasi Pemasaran melalui Media Sosial.
Pelatihan dipusatkan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ziona Gunungsitoli selama 25 hari penuh hingga 16 Oktober 2026, yang diakhiri dengan uji kompetensi berstandar nasional. Seluruh biaya pelatihan, akomodasi, hingga sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi peserta yang kompeten ditanggung sepenuhnya oleh BBPVP Medan.
Pesan Sekda: Keterampilan Adalah Bekal Sepanjang Hayat
Dalam arahannya, Sekda Andhika P. Laoly menekankan pentingnya penguasaan teknologi dan pemasaran digital di tengah dinamika dunia kerja saat ini. Ia berpesan agar para peserta memanfaatkan kesempatan emas ini dengan kesungguhan tinggi guna menjadi tenaga kerja yang kompeten maupun wirausahawan mandiri.
"Pelatihan ini berbasis kompetensi, artinya memiliki standar kompetensi yang jelas, instruktur yang tersertifikasi, serta diakhiri dengan uji kompetensi dan sertifikasi kompetensi. Tujuannya bukan sekadar meluluskan peserta, tetapi memastikan peserta benar-benar memiliki keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja," tegas Andhika P. Laoly.
Lebih lanjut, ia memberikan motivasi inspiratif kepada para peserta agar memandang keahlian yang diperoleh sebagai investasi jangka panjang yang tak ternilai harganya.
"Peserta ditargetkan menjadi pribadi yang kompeten dan mandiri. Keterampilan adalah ijazah seumur hidup. Ijazah bisa lapuk dimakan waktu, tetapi keterampilan akan terus menghidupi pemiliknya sepanjang hayat," pesan Sekda.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan BBPVP Medan Rohisma Pasaribu berharap para peserta dapat menyerap seluruh ilmu praktik yang diberikan dan menjadikannya modal utama untuk membuka peluang usaha atau meniti karier profesional demi mendukung kemajuan ekonomi daerah serta visi Gunungsitoli Hebat. (Petrus Zend)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

0 Komentar