![]() |
| Peninjaun lokasi pembangunan pasar bertingkat di Kecamatan Lahewa | Foto : SS Video |
Nias Utara - Lahan pertapakan pembangunan pasar bertingkat di Kecamatan Lahewa diakui dibangun pada tanah timbul bukan ditanah milik masyarakat setempat, batas-batas antara tanah timbul lebih mengetahui pemerintah daerah. Rabu (04/10/2023).
Hal tersebut diungkapkan oleh Tokoh Masyarakat Lahewa sekaligus selaku Anggota DPRD Nias Utara, Bedali Lase saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler.
Tanah timbul di Kecamatan Lahewa yang sebelumnya menjadi bahan perbincangan di media sosial usai dikunjungi oleh Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu yang saat itu dihalau oleh sekelompok masyarakat dengan mengklaim tanah timbul dimaksud merupakan milik pribadi warga, kini dibantah oleh tokoh masyarakat kecamatan lahewa.
"Kita tidak menyetujui andai kata ada salah seorang masyarakat bahwa ini semua tanah masyarakat, memang ada sebagian tanah masyarakat dan ada juga tanah timbul. Setelah gempa itu ada surat edaran bupati sebelumnya bahwa tanah timbul jangan dikuasai, batas-batas antara tanah timbul dengan tanah masyarakat itu yang lebih mengetahui itu pemerintah daerah," jelasnya.
Bedali Lase juga menerangkan bahwa di kecamatan lahewa tersebut tidak ada tanah marga aceh seperti yang disebarkan di media sosial baru-baru ini. Karena menurutnya sejak dahulu tidak ada tanah marga aceh di kecamatan lahewa.
"Ada yang tersebar di media sosial mengklaim bahwa ada tanah marga aceh di lahewa, sejauh umur saya ini yang 48 tahun umur saya ini, saya tidak pernah dengar dari kakek saya bahwa ada tanah marga aceh di lahewa," tandas Bedali mengaku sedang berada diluar daerah pulau Nias.
Tentang pertapakan rencana pembangunan pasar bertingkat di kecamatan lahewa, diterangkannya itu dilahan tanah timbul, dan pihaknya juga mengapresiasi pemerintah daerah yang telah mengalokasikan pembangunan disana.
"Saya apresiasi perhatian pemerintah daerah yang mengusulkan dan mengalokasikan pembangunan pasar di lahewa, dan saya berterimakasih bahwa janji politik pak bupati Amizaro Waruwu dan Yusman Zega dapat ditepati dengan adanya pembangunan pasar lahewa itu," kata Bedali Lase. (Haogo Zega).

0 Komentar