BREAKING :

Pemda Serius Membangun, Rekanan Main Gila : Rekonstruksi Boduho Nias Utara Retak

Pembangunan Rekonstruksi Boduho Nias Utara| Foto : Haogo Zega 

Nias Utara - Gencarnya pembangunan terus di tingkatkan oleh Pemerintah Daerah Nias Utara disejumlah titik vital infrastruktur, namun jadi bahan coba-coba rekanan, seperti rekonstruksi Boduho Desa Hilimbosi masih dalam pengerjaan tapi sudah retak. Sabtu (03/01/2026).

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah Lumbung Informasi Rakyat (DPD LIRA) Kabupaten Nias Utara, Ibezanolo Zega kepada jelajahsatu.com.

"Disamping keseriusan Pemerintah Daerah Nias Utara untuk membangun titik rawan dan vital, ada-ada saja ulah rekanan yang masih bermain gila dan tidak serius dalam melaksanakan pekerjaannya, seperti pada rekonstruksi Boduho desa Hilimbosi Kecamatan Sitolu Ori masih tahap pengerjaan namun sudah retak," kata Ibezanolo Zega.

Berdasarkan data yang dikantonginya bahwa ruas jalan tersebut di desa Hilimbosi Kecamatan Sitolu Ori seharusnya saat ini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat.

"Dari data yang berhasil kami himpun, tertera dalam kontrak pengerjaan rekonstruksi Boduho itu selama sepuluh bulan terhitung pada bulan Maret 2025 sampai tanggal 21 Desember 2025, maka seharusnya pekerjaan itu sudah selesai dan dapat dilalui kendaraan, sementara kami melihat terdapat jenis pekerjaan sebagaimana dalam kontraknya yang masih belum dikerjakan," bebernya.

Ibezanolo juga menyarankan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar tidak ikut-ikutan bermain gila, bila perlu putus kontraknya jika rekanan terlihat loyo dan tidak sanggup lagi.

"Kepada saudara PPK, jangan kecewakan pemerintah daerah, jika rekanan sudah tidak sanggup lagi, putus saja kontraknya dan tidak perlu diperpanjang, karena kualitas pekerjaan yang dibutuhkan," imbaunya.

Nilai kontrak sebesar 6,8 miliar untuk rekonstruksi Boduho desa Hilimbosi tersebut, kata Ibezanolo bukanlah anggaran kecil, seandainya benar-benar dilaksanakan maka pekerjaan selama sepuluh bulan dimaksud telah selesai.

"Lebih memperhitungkan laba, makanya pekerjaannya berjalan ditempat, sepuluh bulan masa pengerjaan rekonstruksi Boduho itu adalah waktu yang cukup leluasa, jika diminta penambahan waktu hanya karena memperbaiki yang retak maka itu tidak masuk akal lagi, dari awal pengerjaannya telah kita atensikan dan rutin mendokumentasikan, selesai PHO (Provisional Hand Over_red) kita akan minta BPK dan penegak hukum untuk mengaudit dan memeriksa pekerjaan itu," tandas Ibe.

Dikonfirmasi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Andika Mendrofa mengakui pekerjaan Boduho Desa Hilimbosi Kecamatan Sitolu Ori masih belum selesai dikerjakan, sementara untuk beberapa titik yang retak menurutnya telah turun tim ahli untuk memeriksa.

"Tim ahli sudah datang ke lokasi pekerjaan, setelah ada hasil dari tim ahlinya nanti baru kita simpulkan perpanjangan waktu untuk pengerjaanya, rencana diperpanjang hingga bulan februari 2026 mendatang," jelas Andika.

Sementara yang disebut-sebut sebagai rekanan berisial RH saat dihubungi mengakui pengerjaan Rekonstruksi Boduho terdapat yang retak, namun pihaknya masih menunggu kesimpulan dari pemerintah daerah untuk melanjutkan pengerjaannya.

"Memang benar ada yang retak, tapi itu kan sudah turun tim ahli disana, kita tunggu dulu bagaimana kesimpulannya dari pemerintah daerah, jika nanti dilanjutkan maka pekerjaan akan kita teruskan," jawab RH. (Haogo Zega).

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close