![]() |
| Tim DKPP Nias Barat saat berada di persawahan Togideu Sirombu | Foto : Hengky Zai |
Nias Barat – Menindaklanjuti instruksi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Nias Barat, Eka Setiaman Lomboe, SP, jajaran DKPP melaksanakan pengamatan langsung tanaman padi sawah di hamparan Desa Tegi Deu, Kecamatan Sirombu. Sabtu (21/02/26).
Hasil pemantauan menunjukkan umur tanaman padi rata-rata berada pada fase 14 hingga 21 Hari Setelah Tanam (HST), fase krusial yang menentukan pertumbuhan anakan dan ketahanan tanaman terhadap hama serta penyakit. Kegiatan ini dihadiri oleh delapan kelompok tani, yakni Tafaeri, Ora et Labora, Mekar, Mawar, Bethel, Damai, Orahu, dan Howu-Howu.
Selain pengamatan lapangan, tim DKPP juga menggelar sosialisasi budidaya padi sawah guna meningkatkan pemahaman petani terhadap metode tanam yang baik dan benar, mulai dari pengelolaan air, pemupukan berimbang, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Pendampingan ini diharapkan mampu mendorong produktivitas serta menjaga stabilitas hasil panen.
Kegiatan dikoordinir oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Alber Gulo, bersama Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Sirombu. Sinergi antara dinas, penyuluh, dan kelompok tani menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Langkah jemput bola ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Nias Barat dalam memastikan petani tidak berjalan sendiri. Di tengah tantangan cuaca dan dinamika pertanian, kehadiran pemerintah di tengah sawah adalah wujud nyata keberpihakan pada petani—karena dari hamparan padi yang tumbuh hari ini, harapan pangan Nias Barat disemai untuk esok yang lebih sejahtera, demi masa depan nias barat CERAH. (Hengky Zai).

0 Komentar