BREAKING :

Baru Sebulan Jabat Kajari Nias Selatan, Imam Fauzi Buka Ruang Kemitraan dengan Forwaka

Pengurus Forwaka bersama Kajari Nias Selatan Imam Fauzi | Foto : istimewa

Nias Selatan — Forum Wartawan Kejaksaan (FORWAKA) Kabupaten Nias Selatan menggelar audiensi dan silaturahmi dengan jajaran Kejaksaan Negeri Nias Selatan di Ruang Rapat Kejari Nias Selatan, Jalan Diponegoro No. 97, Kelurahan Pasar Telukdalam, Kecamatan Telukdalam, Selasa (9/6/2026).

Audiensi diterima langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Nias Selatan, Imam Fauzi, S.H., didampingi Kepala Seksi Intelijen Alex Bill Mando Daeli, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Lintong Samuel, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum) Marthin Luther, serta para Kepala Seksi lainnya. Sementara rombongan FORWAKA Nias Selatan dipimpin Ketua Budi H. Gowasa bersama seluruh jajaran pengurus.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu menjadi momentum awal memperkuat sinergi antara insan pers dan institusi kejaksaan dalam mendukung penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan di Kabupaten Nias Selatan.

Dalam sambutannya, Kajari Imam Fauzi menegaskan pers memiliki posisi strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas kejaksaan. Selain berfungsi sebagai kontrol sosial, media juga berperan penting menyampaikan informasi yang membantu aparat penegak hukum menjalankan tugas secara efektif dan akuntabel.

“Untuk mewujudkan penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan, kami membutuhkan peran pers sebagai kontrol sosial sekaligus sumber informasi yang dapat mendukung kinerja penegakan hukum,” ujar Imam Fauzi.

Menurutnya, sinergi antara kejaksaan dan media merupakan kebutuhan bersama dalam mewujudkan pelayanan hukum yang lebih baik kepada masyarakat. Karena itu, keterbukaan komunikasi dengan insan pers menjadi aspek penting yang terus dibangun Kejari Nias Selatan.

Imam Fauzi menjelaskan, sejak dipercaya memimpin Kejari Nias Selatan, ia terlebih dahulu melakukan konsolidasi internal guna memperkuat organisasi sebelum menjalin komunikasi dengan pemangku kepentingan eksternal, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, pengadilan, hingga berbagai elemen masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Imam Fauzi juga memperkenalkan riwayat kariernya sebagai jaksa. Sebelum bertugas di Nias Selatan, ia pernah mengemban penugasan di Jakarta, Lampung, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah. Ia juga pernah terlibat dalam satuan tugas penanganan perkara terkait kawasan hutan di tingkat nasional.

Menurutnya, pengalaman bertugas di berbagai daerah memberikan pemahaman bahwa keberhasilan penegakan hukum tidak hanya ditentukan aspek normatif, tetapi juga membutuhkan pemahaman terhadap karakteristik daerah, budaya masyarakat, dan dinamika sosial di wilayah hukum masing-masing.

“Semakin lama mengenal suatu wilayah, semakin memahami karakter masyarakatnya. Hal itu sangat membantu menjalankan tugas penegakan hukum secara lebih efektif dan tepat sasaran,” katanya.

Lebih lanjut, Imam Fauzi menegaskan komitmen menjalankan tugas penegakan hukum secara humanis, profesional, objektif, dan berintegritas, dengan tetap memperhatikan rasa keadilan yang hidup di tengah masyarakat.

Menurutnya, setiap langkah penegakan hukum harus berorientasi pada kepentingan masyarakat serta mempertimbangkan nilai sosial dan kearifan lokal tanpa mengesampingkan ketentuan hukum yang berlaku.

“Penegakan hukum harus berpedoman pada aturan hukum, namun juga memperhatikan nilai keadilan yang hidup di tengah masyarakat. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan keadilan yang dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengakui dalam praktik penegakan hukum sering muncul dinamika dan respons publik. Namun Kejari Nias Selatan berkomitmen menjadikan setiap masukan, kritik, dan evaluasi sebagai bahan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan penegakan hukum ke depan.

“Mata dan pendengaran kami terbatas. Karena itu, keberadaan media penting sebagai mitra yang membantu memberikan informasi, masukan, dan kritik konstruktif bagi institusi,” kata Imam Fauzi.

Kajari juga berharap tercipta situasi kondusif dalam pelaksanaan penegakan hukum di Kabupaten Nias Selatan. Menurutnya, dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, menjadi faktor penting mewujudkan sistem penegakan hukum yang transparan dan dipercaya publik.

Sementara itu, Ketua FORWAKA Nias Selatan Budi H. Gowasa menyampaikan apresiasi atas sambutan dan keterbukaan Kajari Nias Selatan beserta jajaran dalam menerima audiensi tersebut.

Menurut Budi, pertemuan ini bermakna penting karena menjadi audiensi perdana FORWAKA Nias Selatan dengan Imam Fauzi sejak resmi menjabat sebagai Kajari Nias Selatan sekitar sebulan lalu.

Ia menilai, meski baru bertugas di Nias Selatan, Imam Fauzi sudah menunjukkan komitmen membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk insan pers.

“Kami mengapresiasi sambutan hangat dan respons positif Bapak Kajari Nias Selatan beserta jajaran. Pertemuan ini menjadi langkah awal yang baik membangun komunikasi dan kemitraan sehat antara FORWAKA dan Kejari Nias Selatan,” ujar Budi.

Budi menegaskan FORWAKA Nias Selatan siap mendukung program dan kinerja Kejari Nias Selatan, terutama terkait penegakan hukum, pemberantasan tindak pidana korupsi, penyuluhan hukum kepada masyarakat, serta penguatan transparansi informasi publik.

Menurutnya, dukungan itu bentuk partisipasi mendorong tata kelola hukum yang baik, bukan berarti menghilangkan fungsi pers sebagai kontrol sosial.

“FORWAKA siap menjadi mitra strategis yang profesional dan independen. Kami mendukung setiap langkah positif Kejari Nias Selatan dalam menjalankan tugas dan fungsinya, namun tetap menjalankan fungsi kontrol sosial sesuai amanat Undang-Undang Pers,” tegasnya.

Ia berharap sinergi yang mulai terbangun antara FORWAKA dan Kejari Nias Selatan terus diperkuat melalui komunikasi terbuka dan berkelanjutan, sehingga memberi kontribusi nyata bagi terciptanya penegakan hukum yang profesional, transparan, berkeadilan, serta semakin dipercaya masyarakat.

Audiensi dilanjutkan dengan sesi diskusi, tukar pandangan, dan perkenalan antara jajaran Kejari Nias Selatan dengan pengurus FORWAKA. Dalam forum itu, kedua belah pihak sepakat pentingnya membangun kemitraan konstruktif guna mendukung penegakan hukum berintegritas serta penyampaian informasi publik yang akurat dan bertanggung jawab kepada masyarakat. (Rilis/red)

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close