![]() |
| Kondisi Pembangunan Jembatan Modular Sungai Sawo di Desa Botombawo Kecamatan Sitolu Ori, Nias Utara Rampung 100 persen | Foto : istimewa |
Nias Utara – Senyum bahagia dan rasa haru tidak dapat disembunyikan dari wajah warga yang melewati jembatan modular sungai Sawo di Desa Botombawo, Kecamatan Sitolu Ori, Kabupaten Nias Utara. Sekarang pembangunan jembatan modular ini rampung 100 persen melalui program Bakti TNI AD. Kamis (11/6/2026).
Jembatan besi kokoh bercat merah putih yang membentang sepanjang 24 meter ini kini berdiri gagah menantang arus sungai. Infrastruktur vital ini menjadi bukti nyata kehadiran dan kemanunggalan TNI di tengah-tengah kesulitan masyarakat pelosok.
Bagi masyarakat setempat, jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik. Kehadirannya adalah jawaban atas doa dan kerinduan bertahun-tahun akan akses jalan yang layak dan aman.
Anuari Zendrato merupakan warga setempat yang ditemui di lokasi mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam kepada pengabdian para prajurit TNI AD.
"Kami sangat berterimakasih kepada TNI AD. Kehadiran jembatan ini resmi telah menghubungkan dua wilayah kami, yaitu Kecamatan Sitolu Ori dan Kecamatan Sawo. Selama ini kami kesulitan, terutama saat sungai meluap," ujar Anuari Zendrato menatap jembatan baru tersebut.
Dia menambahkan bahwa dampak positif dari selesainya jembatan ini akan langsung dirasakan pada sektor perekonomian warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
"Perekonomian masyarakat di sini pasti meningkat pesat. Sekarang warga bisa dengan mudah dan cepat memasarkan hasil komoditi pertanian ke luar daerah tanpa takut terisolasi lagi," tambahnya penuh optimisme.
Selain sektor ekonomi, jembatan ini menjadi penyelamat masa depan generasi muda di Kepulauan Nias. Sebelum ada jembatan ini, akses transportasi yang ekstrem sering kali mengancam keselamatan anak-anak saat berangkat menuntut ilmu.
"Kini, aktivitas anak-anak sekolah tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK menjadi lancar setiap harinya. Mereka tidak perlu bertaruh nyawa lagi atau meliburkan diri saat arus sungai sedang deras. Terimakasih Bapak-bapak TNI," ungkap Anuari Zendrato di lokasi jembatan pengambilan testimoni.
Kondisi cuaca yang cerah hari ini seolah ikut memberkati rampungnya karya bakti pertahanan tersebut. Berdasarkan data laporan lapangan, percepatan pembangunan ini melibatkan kerja keras personel gabungan yang terdiri dari 38 anggota YTP, 3 personel Denzipur, dan 7 personel Kodim, serta dibantu secara swadaya oleh masyarakat setempat.
Dengan dukungan alat berat berupa 1 unit ekskavator, 1 unit mesin molen, dan gerobak sorong, seluruh proses perakitan modular berjalan aman, tertib, dan terkendali tanpa ada hambatan menonjol.
Jembatan Modular ini kini siap dilewati dan menjadi saksi bisu dedikasi tanpa batas TNI AD untuk kemakmuran rakyat di bumi Nias Utara. (Haogo Zega)


0 Komentar