BREAKING :

Safari Tiga Kementerian, Bupati Eliyunus Waruwu Bawa Pariwisata Nias Barat Naik Kelas

Bupati Eliyunus Waruwu Audiensi di Kementrian Pariwisata | Foto : istimewa

Jakarta — Langkah pembangunan Kabupaten Nias Barat terus bergerak progresif di tingkat pusat. Setelah sebelumnya menyambangi Kementerian UMKM dan Kementerian Perdagangan, Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu melanjutkan safari pembangunannya ke Kementerian Pariwisata. Kamis (10/9/2026).

Kunjungan strategis ini dilakukan untuk membawa potensi, kebutuhan, sekaligus agenda besar bertajuk “Nias Barat Pariwisata Naik Kelas 2027–2029” agar dikembangkan secara lebih terarah oleh pemerintah pusat.

Kedatangan orang nomor satu di Nias Barat tersebut disambut langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, beserta jajaran pejabat lainnya di Kementerian Pariwisata. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Dr. I Gusti Ayu Dewi Hendriyani, Bambang Cahyo Murdoko, Firnandi Gufron, Budi Supriyanto, Kusdiana Lusi Kartikasari, serta perwakilan Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara.

Dalam audiensi tersebut, Bupati Eliyunus memaparkan modal kuat Nias Barat sebagai destinasi kepulauan unggulan. Nias Barat memiliki garis pantai sepanjang lebih dari 60 kilometer, 16 desa wisata yang telah ditetapkan, serta kekayaan bahari, alam, dan budaya yang melimpah.

"Potensi ini tidak hanya layak dikembangkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat desa," ujar Eliyunus.

Pengembangan pariwisata yang konkret menjadi urgensi mendesak bagi Pemkab Nias Barat. Berdasarkan data evaluasi, angka kunjungan wisatawan ke Nias Barat sempat menyentuh 45.463 kunjungan pada 2024, namun mengalami penurunan drastis pada 2025 menjadi 15.435 kunjungan.

Atas kondisi tersebut, arah baru pengembangan pariwisata 2027–2029 dirancang dengan pendekatan yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan daya saing destinasi. Pemkab Nias Barat mengusulkan enam tindak lanjut kemitraan strategis, di antaranya:

  • Lokasi Prioritas Bahari: Mendorong Nias Barat masuk dalam program Integrated Creative Island, khususnya pada klaster Asu–Hinako.
  • Fasilitas Dasar & Keselamatan: Penguatan kesiapan destinasi melalui perbaikan sanitasi dan standar keselamatan wisata untuk meningkatkan pengalaman wisatawan.
  • Reaktivasi Desa Wisata: Memperkuat 16 desa wisata melalui tata kelola digital, peningkatan kualitas SDM, serta perluasan akses pasar lewat promosi nasional dan kegiatan famtrip.

Bupati Eliyunus menegaskan bahwa pariwisata harus berdampak langsung pada kesejahteraan lokal. Ketika wisatawan datang, penginapan hidup, kuliner berkembang, transportasi lokal bergerak, dan produk kreatif UMKM terserap pasar.

Safari ke tiga kementerian dalam satu rangkaian perjalanan ini menjadi bukti konkret komitmen Pemkab Nias Barat untuk aktif menjemput bola ke pusat.

"Nias Barat tidak hanya menunggu. Kami datang membawa potensi, data, dan gagasan nyata untuk mengetuk pintu pemerintah pusat demi membuka jalan kemajuan. Nias Barat CERAH, Nias Barat Bersinar," tegas Eliyunus. (Hengky Zai).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close