BREAKING :

Sumbangan Berkedok Sukarela Marak di SMKN 1 Gunungsitoli, Kacabdisdik Bantah Dapat Aliran Dana

Kartu Pembayaran Sumbangan di SMKN 1 Gunungsitoli | Foto : ist

Gunungsitoli
- Sumbangan berkedok Sukarela dari siswa terjadi di SMK Negeri 1 Gunungsitoli, dugaan dana tersebut mengalir ke Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII dibantah. Kamis (03/09/2026).

"Kami sudah membayar sumbangan itu dua puluh ribu per bulan. Saya sendiri sudah melunasi pembayaran dari bulan Juli 2025 hingga Juni 2026," ujar salah seorang siswa SMKN 1 Gunungsitoli (identitas dirahasiakan).

Kepala Sekolah SMKN 1 Gunungsitoli, Edid Bestaria Zendrato, membantah jika iuran tersebut dikategorikan sebagai pungutan wajib. Dia berdalih uang tersebut merupakan sumbangan partisipasi sukarela hasil kesepakatan sidang paripurna antara komite sekolah dan orang tua murid pada tahun lalu. Dana tersebut diklaim untuk mendukung program pengembangan diri siswa.

"Itu bukan pemaksaan. Ada siswa yang bayar dua puluh ribu, ada juga yang tidak bayar sama sekali. Tidak ada paksaan dan tidak menjadi halangan untuk bersekolah," kilah Edid saat dikonfirmasi di ruang kerjanya sembari memberitahukan Jumlah siswanya lebih 900 orang.

Padahal, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan serta Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, sekolah negeri dilarang keras memungut sumbangan dalam bentuk apa pun dari siswa atau orang tua peserta didik yang tidak mampu.

Rumor yang beredar bahwa aliran dana dari pungutan sukarela tersebut mengalir ke kantong pejabat cabang dinas pendidikan setempat. Namun, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII Provinsi Sumatera Utara, Augustinus Halawa, dengan tegas membantah isu tersebut.

"Tidak ada itu, Pak. Tidak ada bagian-bagian aliran dana ke kita," kata Augustinus saat dikonfirmasi.

Augustinus menegaskan bahwa segala bentuk pungutan di sekolah seharusnya sudah ditiadakan agar target pendidikan gratis bisa tercapai. 

Merespons laporan ini, pihak Cabang Dinas Pendidikan berencana melakukan inspeksi ke SMKN 1 Gunungsitoli dalam waktu dekat guna menghentikan pungutan yang terjadi saat ini. (AL Harefa).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close