BREAKING :

10 Desa di Nias Barat Masuk Program Lisdes, Bupati: Kolaborasi Kunci Keberlanjutan

Sosialisasi program Listrik Desa di Nias Barat | Foto : Hengky Zai

Nias Barat — Kabar baik bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Nias Barat. Sebanyak 10 desa masuk dalam Program Listrik Desa (Lisdes) yang dilaksanakan oleh ULP PLN Kepulauan Nias sebagai bagian dari upaya memperluas akses dan pemerataan jaringan listrik bagi masyarakat. Kamis (03/09/2026).

Masuknya 10 desa tersebut tidak terlepas dari kerja keras Pemerintah Kabupaten Nias Barat di bawah kepemimpinan Bupati Nias Barat, Dr. Eliyunus Waruwu, yang terus mendorong, memperjuangkan, serta mengawal usulan kebutuhan listrik dari desa-desa agar dapat memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan oleh PLN.

Pemkab Nias Barat secara aktif mendorong usulan desa agar dapat masuk dalam program Lisdes, khususnya bagi wilayah yang masih membutuhkan peningkatan maupun perluasan akses kelistrikan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan pembangunan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses listrik, terus mendapat perhatian.

Adapun 10 desa yang masuk dalam program Lisdes tersebut yakni:

  1. Desa Lasara Baene, Dusun Lasara Baene, Kecamatan Mandrehe;
  2. Desa Mazingo, Dusun II, III dan V, Kecamatan Mandrehe Barat;
  3. Desa Hilimbaruzo, Dusun Hilimbaruzo, Kecamatan Mandrehe;
  4. Desa Tarahoso, Dusun Tarahoso, Kecamatan Mandrehe Utara;
  5. Desa Hilibadalu, Dusun Hilibadalu, Kecamatan Ulu Moro’o;
  6. Desa Sitolubanua, Dusun Sitolubanua Fadoro, Kecamatan Moro’o;
  7. Desa Lologolu, Dusun Lologolu, Kecamatan Mandrehe;
  8. Desa Onolimbu, Dusun V, Kecamatan Lahomi;
  9. Desa Ambukha, Dusun II, Kecamatan Lolofitu Moi; dan
  10. Desa Lahagu, Dusun Lahagu, Kecamatan Mandrehe Utara.

Program Lisdes ini diharapkan menjadi langkah penting dalam membuka akses listrik bagi masyarakat di wilayah yang selama ini masih membutuhkan penguatan maupun perluasan jaringan.

Kehadiran listrik bukan sekadar menghadirkan penerangan, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, pelayanan publik, komunikasi hingga pengembangan aktivitas ekonomi desa.

Dalam arahan dan bimbingannya, Bupati Nias Barat menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan jaringan listrik tidak hanya bergantung pada PLN maupun pemerintah. Dukungan masyarakat dan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan berjalan lancar dan berkelanjutan.

Menurut Bupati, kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat dan PLN harus terus dijaga, terutama dalam mendukung setiap tahapan pembangunan di lapangan.

“Pembangunan ini membutuhkan kerja sama. Kalau tidak ada kolaborasi, tentu akan muncul persoalan yang dapat menghambat keberlanjutan pembangunan maupun pelayanan listrik kepada masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan pemerintah desa dan masyarakat untuk menjaga komunikasi, menciptakan suasana yang kondusif serta memberikan dukungan terhadap proses pembangunan jaringan listrik di wilayah masing-masing.

Pesan tersebut dinilai penting karena jaringan listrik yang dibangun merupakan fasilitas publik yang manfaatnya harus dijaga bersama. Dengan dukungan seluruh pihak, berbagai potensi kendala selama proses pembangunan maupun setelah jaringan beroperasi dapat diminimalkan.

Lebih dari sekadar menghadirkan cahaya, program Lisdes diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak kemajuan desa.

Akses listrik yang semakin merata dapat mendukung anak-anak belajar pada malam hari, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pemerintahan, memperluas akses komunikasi serta membuka peluang bagi berkembangnya berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Nias Barat juga terus membuka peluang agar desa-desa lain yang belum masuk dalam program dapat diperjuangkan pada usulan berikutnya, tentunya dengan memenuhi persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan oleh PLN.

Karena itu, masyarakat di 10 desa penerima program diharapkan menyambut pembangunan tersebut dengan semangat gotong royong serta ikut menjaga jaringan dan fasilitas kelistrikan yang telah dibangun.

Pemerataan listrik bukan hanya tentang menghadirkan cahaya, tetapi membuka jalan bagi pendidikan, pelayanan, produktivitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Nias Barat. (Hengky Zai).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close