![]() |
| Anggota DPRD Kota Batam Fraksi Hanura Ruslan Sinaga Mengharapkan Pemkot Batam Dan OPD Terkait Dampak Reklamasi Dan Sampah Yang Dapat Sebabkan Banjir | Foto : Darman. |
Batam – Sejumlah wilayah di Kecamatan Bengkong, Kota Batam, dilanda banjir yang menggenangi permukiman warga akibat curah hujan tinggi. Menanggapi peristiwa tersebut, Anggota DPRD Kota Batam dari Komisi II Fraksi Hanura, Ruslan Sinaga, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya telah jauh-jauh hari mengingatkan serta memetakan titik-titik rawan banjir kepada instansi terkait sebelum bencana ini terjadi.
Menurut Ruslan, hasil pemetaan dan peninjauan lapangan yang telah dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) semestinya bisa diantisipasi lebih dini melalui langkah-langkah penanganan yang konkret.
"Saya sudah sampaikan ke OPD dan juga kami sudah survei. Hal tersebut juga sudah disampaikan ke BPBD sebelum kejadian banjir. Saya sudah sampaikan apa yang menjadi objek pembangunan untuk mengatasi banjir seperti drainase dan lain-lain, kita sudah sampaikan di Dinas Bina Marga," ujar Ruslan saat ditemui awak media, Rabu (23/9/2026).
Desak Realisasi Penanganan di APBD Perubahan
Ruslan menegaskan bahwa usulan pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti perbaikan drainase, pembangunan batu miring, hingga normalisasi aliran air mendesak untuk segera direalisasikan. Terlebih lagi, sejumlah titik krusial tersebut juga telah dimasukkan dan dibahas dalam penganggaran APBD Perubahan agar mendapat prioritas eksekusi oleh pemerintah daerah.
"Untuk solusi, mereka harus segera merealisasikan pembangunan, baik itu drainase, batu miring, atau hal-hal yang menyebabkan banjir tersebut. Beberapa titik rawan banjir juga sudah disampaikan di APBD Perubahan dan kami juga sampaikan agar segera direalisasikan," tegasnya.
Soroti Dampak Reklamasi dan Imbauan Kebersihan Warga
Selain masalah infrastruktur dasar, Ruslan juga menyoroti adanya faktor eksternal yang turut memperparah potensi genangan air di wilayah Bengkong, salah satunya aktivitas reklamasi dan pemotongan bukit di sekitar kawasan. Ia meminta pemerintah bersikap tegas dan cermat dalam mengawasi izin serta analisis dampak lingkungan dari aktivitas pembangunan lahan tersebut.
"Ya tentu ada pengaruhnya. Hal ini juga harus menjadi perhatian serius pemerintah, agar ketika dilakukan reklamasi ataupun pemotongan bukit harus memperhitungkan terlebih dahulu efeknya," ungkap Ruslan.
Di sisi lain, politisi Hanura ini turut mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif dari masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya agar tidak menjadikan aliran air atau saluran drainase sebagai tempat pembuangan sampah akhir yang dapat memicu penyumbatan.
"Kalau yang terjadi di Bengkong, warga juga harus paham tentang sampah agar tidak membuang sembarangan, karena ini juga bisa menjadi faktor penyebab banjir. Saya imbau kepada masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan," tutupnya.
(Darman)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

0 Komentar