Gunungsitoli - Ketua Umum Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI), Prof. Dr. Arief Hidayat membuka secara resmi Konferensi Cabang (Konfercab) ke IV DPC PA GMNI Gunungsitoli-Nias dan Konfercab ke II DPC PA GMNI Nias Utara via daring, Jumat (30/10/2026).
Kepada para peserta Konfercab PA GMNI dan para undangan yang hadir di ruang rapat II Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Arief Hidayat mengungkapkan bahwa saat ini PA GMNI telah berdiri di 320 cabang (tingkat kabupaten/kota) dan 34 daerah (tingkat provinsi).
Ia menyebut, PA GMNI terdiri dari kader-kader intelektual, memiliki pemikiran-pemikiran strategis dan diharapkan dapat memberikan sumbangsih kepada negara dan bangsa, untuk menjabarkan ide-ide, panduan, maupun arahan yang digariskan oleh Soekarno.
Arief Hidayat meyakini para kader PA GMNI yang berada di kursi eksekutif maupun legislatif dapat menerjemahkan ideologi tersebut melalui program-program yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Disisi lain, mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengejak kader-kader PA GMNI di daerah untuk dapat menulis karya-karya ilmiah, menghimpun ajaran marhaenisme yang telah dibangun Bung Karno. "Saya yakin PA GMNI di daerah Gunungsitoli - Nias dan Nias Utara memiliki kader-kader terbaik," pungkasnya.
Sementara mewakili PA GMNI di Kepulauan Nias, Imanuel Ziliwu dalam sambutannya menyebut bahwa menjadi alumni bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari perjalanan pengabdian yang luas.
"Jika dahulu kita berjuang di ruang-ruang diskusi mahasiswa, maka saat ini kita hadir ditengah-tengah persoalan masyarakat. Jika dahulu kita mengasah gagasan melalui perdebatan intelektual, maka hari ini kita menerjemahkan gagasan itu menjadi kebijakan," ucapnya.
Imanuel juga mengingatkan, para alumni GMNI tidak boleh kehilangan daya kritis dan tidak boleh menjauh dari masyarakat. Menurut dia, hal tersebut adalah alasan dari perjuangan GMNI.
"Kita boleh berbeda profesi, berbeda pilihan politik, dan berbeda jalan pengabdian, akan tetapi tidak boleh kehilangan ikatan ideologis, yang menyatukan kita adalah cita-cita tentang Indonesia yang mereka, berdaulat, adil dan makmur," tegas Imanuel.
Masih dikesempatan yang sama, Wakil Ketua DPD PA GMNI Sumatera Utara, Meiman Kristian Harefa menyakini, salah satu cara mewarnai idealisme Bung Karno yaitu dengan mendistribusikan kader-kader ke berbagai sektor, baik politik, birokrasi ataupun lembaga lainnya.
Ia bahkan mengklaim, pendistribusian kader ke sejumlah sektor telah dilaksanakan oleh DPC PA GMNI di wilayah Kepulauan Nias.
"Bahwa ada aspirasi, karena DPC PA GMNI Gunungsitoli-Nias terdiri dari satu kota (Gunungsitoli) dan dua kabupaten (Nias dan Nias Barat), maka perlu dimekarkan. Kalau bisa, kita wujudkan dalam Konfercab ini," pesan Meiman.
Sementara itu Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Adrianus Zega yang hadir pada pelaksanaan Konfercab mengingatkan para kader GMNI untuk tidak melupakan sejarah perjuangan.
"Soekarno mengatakan, Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Yang saya pahami dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, awalnya dari sisi organisasi kepemudaan, itu yang dikawal habis oleh GMNI, pemikiran Soekarno," tutur Adrianus mengingatkan para kader GMNI.
Menurut Adrianus, pikiran atau paham ideologi Bung Karno harus disatukan dalam keberadaan masing-masing, tidak tergerus oleh kepentingan sesaat.
"Saya melihat akhir-akhir ini pergerakan adik-adik kita mahasiswa, itu sungguh dikuasai pergerakan pragmatisme, hegemoni kekuasaan. Saya bahkan berpikir yang demo akhir-akhir ini adalah sisa-sisa yang idealisme," jelasnya.
"Kami mendorong, pemikiran-pemikiran yang lahir dari akar pemikiran Soekarnoisme untuk kita satukan, mari kita berdiskusi bagaimana mengawal negara ini, dan konteks saat ini adalah mengawal Kota Gunungsitoli," tambah Adrianus.
Pernyataan senada juga turut dilontarkan Wali Kota Gunungsitoli, Sowa'a Laoli menyebutkan, PA GMNI merupakan mitra strategis Pemerintah Kota Gunungsitoli. Ia berharap kemitraan pemerintah dan PA GMNI akan terus berlanjut.
Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Gunungsitoli mengajak alumni GMNI untuk mengambil peran dalam membangun Kepulauan Nias, termasuk Kota Gunungsitoli.
"Sifat kritis harus beriringan dengan pemikiran untuk membangun. Maka saya berharap, melalui PA GMNI, teman-teman tidak tinggal diam, mari kita bersama-sama mendukung pemerintah, memberi edukasi, pertimbangan, pemahaman, bahkan membuka jaringan untuk membangun Nias ini," imbuh Sowa'a.
Sebelumnya, dari laporan Ketua Panitia Pelaksana, Krisman Emanuel Farasi mengungkapkan, tema Konfercab "Bersatu Bergerak, Alumni GMNI Berperan Mewujudkan Gunungsitoli-Nias yang Adil, Makmur, dan Sejahtera" mengandung makna mendalam.
"Pelaksanaan konferensi cabang ini dimaksudkan sebagai forum permusyawaratan organisasi untuk memperkuat konsolidasi, mempererat persaudaraan serta menentukan arah dan keberlanjutan perjuangan organisasi PA GMNI di wilayah Gunungsitoli, Nias dan Nias Utara," lapor Krisman.
Pada pelaksanaannya, Krisman menerangkan, peserta Konfercab ini terdiri dari dua unsur pimpinan cabang, yakni DPC PA GMNI Gunungsitoli-Nias dan DPC PA GMNI Nias Utara.
Dari pantauan awak media ini, hadir pada Konfercab DPC PA GMNI Gunungsitoli-Nias dan DPC PA GMNI Nias Utara, Kasat Intel Polres Nias, perwakilan dari Universitas Nias, Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Anggota DPRD Kota Gunungsitoli, perwakilan Pemerintah Kabupaten Nias Utara, para pimpinan organisasi serta undangan lainnya. (AH)


0 Komentar