![]() |
| Rapat Koordinasi pencegahan dan penanggulangan HIV dan IMS di Nabire | Foto : Jeri Kogopa |
Nabire - Pemerintah Kabupaten Nabire menggelar Rapat Koordinasi pencegahan dan penanggulangan HIV dan IMS (Infeksi Menular Seksual), Selasa (27/10) pukul 10.00 WIT di Hotel Cermel, Kelurahan Kalibobo, Jalan Trikora, Nabire, Papua Tengah.
Rakor dihadiri Sekda Kabupaten Nabire, para Asisten, Staf Ahli, dan para Kepala OPD di lingkungan Pemda Nabire.
Sambutan Bupati Nabire dibacakan Asisten III Sekda Bidang Administrasi Umum, Yakob Tagi. Ia menegaskan penanggulangan HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama lintas sektor, bukan hanya sektor kesehatan tetapi meliputi pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, organisasi agama, lembaga sosial, dan seluruh pemangku kepentingan.
Dalam sambutan itu disampaikan dua pesan utama. Pertama, HIV/AIDS masih menjadi ancaman kesehatan di Nabire sehingga butuh pencegahan, deteksi dini, pendampingan, dan penghapusan diskriminasi terhadap ODHA. Layanan harus adil, manusiawi, dan menjangkau wilayah terpencil. Kedua, perkuat koordinasi dan kemitraan antarlembaga.
Bupati menekankan rakor tidak boleh berhenti pada laporan, tetapi harus menghasilkan langkah konkret. Empat hal yang ditekankan yakni evaluasi program diantaranya program yang jelas sesuai kebutuhan masyarakat, penguatan koordinasi dan kemitraan, serta rekomendasi yang disertai pembagian peran yang jelas.
"Jangan biarkan stigma menghalangi orang mendapat layanan. Jangan biarkan informasi keliru menjauhkan masyarakat dari layanan. Jangan biarkan program mandek tanpa tindak lanjut," tegasnya.
Ia menutup dengan menegaskan pembangunan tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga kualitas kesehatan. Masyarakat yang sehat adalah modal utama pembangunan. (Jeri Kogopa).

0 Komentar