![]() |
| Ketua GMNI Jeri Muyapa Mendukung Penuh Dan Apresiasi Mahasiswa Terkait Aspirasi Yang Disampaikan Mahasiswa Tentang Pemerintahan Provinsi Papua Tengah | Foto : Jeri. |
Nabire - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengapresiasi pergerakan mahasiswa di Papua Tengah sebagai motor penggerak yang krusial dalam mengawal transisi politik dan ekonomi daerah.
Hal itu disampaikan Ketua GMNI Papua Tengah, Jeri Muyapa, kepada jelajahsatu.com melalui sambungan telepon seluler, pada Selasa (03/11/2026).
Menurut Jeri, sebagai provinsi baru atau Daerah Otonom Baru (DOB), Papua Tengah menghadapi tantangan besar, seperti penataan keamanan, perkembangan mahasiswa, inflasi, dan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. Di tengah tantangan itu, pergerakan mahasiswa dinilai menjadi kekuatan penting untuk mengawal arah pembangunan daerah.
"Mahasiswa adalah agen perubahan, maka jangan salah pilih tempat untuk bersuara. Jangan terbiasa gabung di organisasi lokal, tapi usahakan harus bergabung di organisasi nasional biar suara mahasiswa lurus," tegas Jeri.
Jeri menilai, pergerakan mahasiswa saat ini menunjukkan bahwa pemuda Papua Tengah tidak apatis. Aksi kritis, diskusi, dan pengawalan kebijakan yang dilakukan berbagai elemen mahasiswa merupakan bukti kepedulian terhadap keadilan sosial.
Namun demikian, GMNI menegaskan pentingnya menjaga agar pergerakan tetap berbasis data, substansial, dan bebas dari kepentingan politik praktis yang dapat memecah belah.
Terkait sikap GMNI terhadap organisasi mahasiswa di Nabire, Papua Tengah, Jeri menjelaskan bahwa GMNI mengedepankan prinsip kolaborasi, gotong royong, dan pemikiran progresif dalam merangkul seluruh organisasi mahasiswa serta Organisasi Kepemudaan (OKP) di Papua Tengah.
Sebagai bagian dari Kelompok Cipayung, GMNI tidak berjalan sendiri. GMNI memposisikan diri sebagai rumah dialektika, yakni mitra strategis untuk berdiskusi, bertukar pikiran, dan membedah isu-isu kedaerahan bersama OKP lain.
GMNI juga mendorong OKP dan organisasi mahasiswa untuk tidak hanya fokus pada kritik, tetapi juga melahirkan inovasi dan program konkret, seperti literasi, pemberdayaan ekonomi kreatif, dan advokasi warga.
Selain itu, GMNI mengajak seluruh pemuda untuk menghormati perbedaan warna bendera organisasi demi persatuan pemuda dalam membangun fondasi Provinsi Papua Tengah.
Jeri menjelaskan, GMNI selalu hadir di tengah masyarakat karena komitmen teguh terhadap asas Marhaenisme, yaitu membela hak-hak rakyat kecil dan kaum yang tertindas.
Kehadiran itu didasari tiga pilar utama. Pertama, panggilan ideologis. Berdasarkan Pancasila dan semangat Bung Karno, GMNI wajib berdiri paling depan ketika ada ketimpangan sosial, ketidakadilan hukum, atau kebijakan yang merugikan rakyat.
Kedua, tanggung jawab moral mahasiswa. Sebagai insan akademis dan penyambung lidah rakyat, GMNI memikul beban moral untuk menyuarakan apa yang tidak bisa disuarakan oleh masyarakat awam.
Ketiga, keterikatan historis. GMNI lahir dari rahim perjuangan bangsa. Sejarah membuktikan bahwa perubahan sosial yang berpihak pada rakyat hanya bisa terjadi jika pemuda konsisten mengawal isu-isu di akar rumput.
Harapan besar GMNI adalah terwujudnya Papua Tengah yang maju, mandiri secara ekonomi, berdaulat secara politik, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Kepada pemerintah daerah, GMNI berharap agar melahirkan kebijakan yang inklusif, transparan, dan benar-benar memprioritaskan kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP) serta seluruh warga Papua Tengah.
Kepada OKP dan Kelompok Cipayung, GMNI berharap dapat menjadi check and balance yang solid, memperkuat sinergi, meredam ego sektoral, dan bersatu dalam satu barisan untuk mengawal kemajuan daerah.
Sementara kepada organisasi mahasiswa, ikatan, dan paguyuban, GMNI berpesan agar tetap menjaga idealisme, mempertajam nalar kritis, dan terus mempersiapkan diri menjadi kader-kader pemimpin masa depan yang akan melanjutkan estafet pembangunan di Papua Tengah.
(Jeri kogopa)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

0 Komentar