![]() |
| Manajer Persipani Paniai, Timo Eleaser Geiwoya Gobai (kiri) Bersama Alberth Bunai, peserta Kursus Lisensi D PSSI | Foto: Jeri |
Paniai - Di tengah ambisi besar Persipani Paniai untuk promosi ke Liga 2, manajemen klub membawa misi lain yang tidak kalah penting yaitu membangun masa depan pelatih-pelatih lokal.
Manajer Persipani Paniai, Timo Eleaser Geiwoya Gobai, menegaskan komitmennya untuk tidak hanya membangun tim yang kuat, tetapi juga membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang kepelatihan.
Menurut Timo, Persipani tidak boleh hanya bergantung pada pelatih dari luar. Pelatih asli Papua harus diberi ruang untuk belajar, bersertifikat, dan memimpin.
"Pembangunan SDM kepelatihan menjadi fondasi utama agar sepak bola Paniai tidak berhenti setelah satu musim kompetisi berakhir," ujar Timo kepada Jelajahsatu.com, Minggu (8/11/2026).
"Saya ingin pelatih-pelatih muda dari Paniai, seperti Alberth Bunai ini, mengikuti kursus Lisensi D, Lisensi C, sampai Lisensi B PSSI. Agar mereka yang nanti melatih anak-anak kita di kampung-kampung," tambahnya.
Sebagai bentuk nyata dukungan tersebut, manajemen Persipani akan memfasilitasi pelatih lokal untuk mengikuti kursus kepelatihan resmi PSSI.
Kegiatan tersebut direncanakan dilaksanakan dalam waktu dekat di Jayapura. Jadwal pastinya masih menunggu pengumuman resmi dari penyelenggara.
Lokasi kegiatan berada di Jayapura. Kelas teori dan penginapan di Wisma Atlet Provinsi Papua, Jayapura, dan praktik lapangan di Stadion Mandala Jayapura.
Bentuk kegiatan meliputi pemberian materi kepelatihan di kelas, praktik melatih di lapangan, dan ujian untuk mendapatkan Sertifikat Lisensi D PSSI.
Timo juga menyampaikan bahwa program ini mendapat dukungan dana dari Ketua KONI Paniai.
"Ada dukungan berupa dana juga dari Ketua KONI Paniai, Bapak Noak Gobai, SH," kata Timo.
Selain memfasilitasi kursus, manajemen Persipani juga akan memberikan kesempatan menjadi asisten pelatih di tim utama nantinya, hingga mendampingi dan mencarikan tim atau klub lain untuk menimba ilmu dan mencari pengalaman.
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan regenerasi pelatih yang memahami karakter pemain Papua, sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru di dunia olahraga.
"Bagi kami, investasi terbesar bukan di lapangan, melainkan pada manusia yang ada di belakangnya," ujar Timo.
Sementara itu, Ketua KONI Paniai, Noak Gobai, SH, menegaskan bahwa dukungan terhadap pelatih dan wasit lokal merupakan bagian dari strategi pembangunan daerah.
"Fokus investasi SDM putra daerah asli Paniai menjadi bagian penting dalam kemajuan suatu daerah. Ini kali ketiga kami membiayai anak-anak asli yang ambil lisensi perwasitan dan kepelatihan," ujar Noak Gobai.
Alberth Bunai, salah satu pelatih muda yang akan mengikuti kursus tersebut, mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan.
"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Manajer. Selama ini kami hanya menjadi penonton. Sekarang kami diberi kesempatan untuk belajar dan semoga ke depan bisa memegang tim. Ini yang kami tunggu-tunggu," kata Alberth.
Dengan program ini, Persipani Paniai tidak hanya menargetkan prestasi di Liga Nusantara musim 2026/2027, tetapi juga menargetkan lahirnya pelatih-pelatih hebat dari Tanah Papua, untuk Papua, dan untuk Indonesia.
(Jeri Kogopa)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

0 Komentar