![]() |
| Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu melayat di rumah duka ibunda eks Kepala BPBD Sihama Gulo | Foto : Hengky Zai |
Nias Barat – Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu, memimpin langsung rombongan Pemerintah Kabupaten Nias Barat untuk melayat ke rumah duka ibunda dari mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nias Barat, Sihama Gulo. Jumat (10/07/2026).
Kunjungan belasungkawa tersebut berlangsung di Desa Dangagari, Kecamatan Moro'o, Kabupaten Nias Barat. Kehadiran orang nomor satu di Nias Barat ini menjadi wujud empati dan dukungan moral nyata terhadap keluarga duka, dan bukan sekadar memenuhi kewajiban seremonial melainkan wujud penghormatan terakhir kepada almarhumah.
Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan duka cita yang mendalam seraya mengajak keluarga untuk tetap menaruh pengharapan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Menurutnya, setiap kepergian adalah bagian dari perjalanan hidup yang harus diterima dengan iman, sementara kasih, doa, dan kebersamaan menjadi kekuatan yang meneguhkan mereka yang ditinggalkan.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Nias Barat, kami turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhumah. Semoga Tuhan Yang Maha Esa menerima segala amal baktinya, serta melimpahkan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan bagi seluruh keluarga yang ditinggalkan," ujar Eliyunus di hadapan keluarga duka.
Suasana rumah duka berlangsung penuh haru dan khidmat. Sanak keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, sahabat, serta warga sekitar hadir memberikan penghormatan terakhir, sembari menguatkan keluarga yang tengah menghadapi kehilangan orang terkasih.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan dan pelayanan publik, tetapi juga melalui kehadiran yang tulus dalam setiap suka dan duka masyarakat. Kepedulian, empati, dan kebersamaan merupakan fondasi yang memperkokoh ikatan antara pemerintah dan masyarakat.
Melalui kunjungan belasungkawa tersebut, Pemerintah Kabupaten Nias Barat kembali menegaskan komitmennya untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam upaya membangun daerah, tetapi juga dalam memberikan dukungan moral pada saat masyarakat menghadapi masa-masa paling sulit dalam kehidupan. Sebab, hakikat pengabdian bukan hanya tentang membangun infrastruktur, melainkan juga merawat nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi kekuatan sebuah daerah. (Hengky Zai).

0 Komentar