![]() |
| Pos Keamanan Lingkungan | Foto : istimewa |
Gunungsitoli - Dukungan pendirian Pos Keamanan Lingkungan (Kamling) di perbatasan Dusun 2 dan 3 Desa Sifalaete Tabaloho, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, diapresiasi masyarakat sekitar. Jumat (10/7/2026).
Menurut Soarota Harefa, salah seorang masyarakat yang bertempat tinggal di dekat Pos Kamling, ia dan keluarganya merasa hadirnya pos tersebut efektif mencegah kejahatan, menekan angka kriminalitas, dan meningkatkan rasa aman.
Ia bahkan mengaku terkesan dengan kekompakan masyarakat Desa Sifalaete Tabaloho yang mendirikan Pos Kamling secara swadaya. Bukan tanpa alasan, keberadaan pos tersebut menurut dia merupakan benteng pertahanan utama masyarakat.
"Langkah yang dilakukan ini sudah sangat tepat, tinggal bagaimana kemudian masyarakat terus menyatukan langkah agar tetap solid dan kuat," ungkapnya.
Disamping itu, ia berpandangan, selain menjadi wadah deteksi dini potensi gangguan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), pos tersebut menjadi tempat berkumpul dan sarana gotong royong untuk mempererat kerukunan antar tetangga.
"Semangat gotong royong warga cukup tinggi, terlebih setelah adanya seorang tersangka kasus kekerasan fisik terhadap orang lain atau penganiayaan yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Nias berkeliaran di daerah ini," ungkap Soarota.
Sementara dikesempatan terpisah, salah seorang tokoh masyarakat Desa Sifalaete Tabaloho, Samotuho Harefa menerangkan bahwa adanya Pos Kamling di lokasi tersebut dikarenakan bentuk kepedulian dan saling menjaga antar masyarakat.
"Tujuannya jelas, kita ingin saling menjaga satu dengan yang lain agar tindak kejahatan yang berulangkali terjadi di area Pos Kamling itu tidak terulang lagi," ucap Samotuho tegas.
Selama kurang lebih 3 bulan sejak didirikannya Pos Kamling tersebut, Samotuho dan masyarakat lainnya kerap mendapati pasangan kekasih yang berlalu-lalang menuju daerah gelap.
"Ada beberapa pasangan yang kita arahkan untuk putar balik, khususnya ini saat malam hari. Alasan mereka beragam, ada yang bilang mau jalan-jalanlah, ada yang mau lihat pemandanganlah dan lain sebagainya. Padahal itu daerah gelap, nyaris tidak ada penerangan," ungkapnya.
Dari banyaknya insiden tersebut, Samotuho membeberkan bahwa ada satu kejadian yang hingga kini sulit ia lupakan, yaitu pihaknya pernah bersitegang dengan salah seorang buronan Polres Nias.
Namun naas, sang buronan tidak sempat diamankan pihaknya lantaran hal tersebut baru disadari sesaat setelah masyarakat membubarkan diri.
"Itu kejadiannya bulan Juni, kita sempat bersitegang dengan seorang buronan, untung saja kita tidak kenapa-kenapa," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, DPO Berkeliaran Bak Preman Intimidasi Aksi Ketentraman di Sifalaete Tabaloho Gunungsitoli. (Red).

0 Komentar