![]() |
| Ketua Perwakilan KSPI Papua Tengah Laurenzus Kodepa Merasa Kecewa Terkait Penyelenggaraan Kegiatan Festival Kopi Yang Diadakan Beberapa Minggu Yang Lalu | Foto : Jeri. |
Nabire – Festival Kopi Tingkat Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 yang digelar pada 29–30 Oktober 2026 di Aula Gereja Katolik Kristus Sahabat Kita (KSK) Bukit Meriam Nabire mendapat sorotan tajam.
Festival bertema “Dari Kebun ke Cangkir, Dari Petani untuk Papua Tengah” ini diikuti 27 kelompok tani dari 8 kabupaten, yakni Paniai, Dogiyai, Deiyai, Nabire, Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, dan Mimika. Ajang ini dibuka Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa melalui Asisten II Setda Papua Tengah Tumiran.
Dalam festival tersebut, Kabupaten Paniai keluar sebagai juara umum dengan menyabet tiga penghargaan sekaligus. Tiga penghargaan tersebut masing-masing Juara I kategori Biji Kopi Terbaik, Juara I kategori Tanaman Kopi Terbanyak, serta Juara III kategori Stan Terbaik.
Namun di balik prestasi itu, besaran hadiah juara justru menuai kekecewaan.
Ketua Perwakilan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Papua Tengah, Laurenzus Kadepa mengungkapkan, untuk kategori Barista Manual Brew Throwdown, Juara I yang diraih Mochamad Rifqi hanya mendapat Rp5.000.000, sedangkan Juara III hanya Rp3.000.000.
“Di mana kita taruh harga diri petani kopi kita? Kita sering menyaksikan kegiatan seremonial habiskan anggaran belasan bahkan puluhan miliar, tapi ketika menghadirkan petani dari kampung, apresiasinya minim,” ujar Kadepa kepada Jelajahsatu.com, Senin (03/11/2026).
Menurutnya, petani Arabika dari pegunungan Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, dan Puncak, serta petani Robusta dari Nabire dan Mimika telah berjuang bertahun-tahun merawat kebun hingga menghasilkan kopi terbaik.
Ia meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan selaku penyelenggara segera memberikan klarifikasi terbuka dan evaluasi anggaran.
Hal senada juga disampaikan Bupati Dogiyai Yudas Tebai yang secara terbuka menyatakan kecewa dengan standar festival tingkat provinsi yang dinilai belum memuliakan petani.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua Panitia Festival Kopi Papua Tengah 2026 belum berhasil dikonfirmasi.
(Jeri Kogopa)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.


0 Komentar