![]() |
| Dinas P5A Jalin Kerjasama Dengan Kantor Kemenag Kota Gunungsitoli Dalam Rangka Edukasi Kepada Masyarakat Terkait Isu Ketahanan Keluarga Serta Penurunan Stunting | Foto : Ist. |
Gunungsitoli — Pemerintah Kota Gunungsitoli memperkuat kolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Gunungsitoli untuk meningkatkan edukasi kependudukan, memperkuat ketahanan keluarga, dan mendukung percepatan penurunan stunting.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P5A) Kota Gunungsitoli, Wilser Juliadi Napitupulu, S.Si., Apt., MPH, bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Gunungsitoli, Dr. H. Jul Karman Tanjung, M.Pd., di Ruang Rapat Kantor Dinas P5A, Senin (2/11/2026).
Kerja sama ini mencakup penerapan Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) pada satuan pendidikan di bawah naungan Kemenag, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga satuan pendidikan sederajat.
Melalui program tersebut, peserta didik diharapkan memperoleh pemahaman mengenai dinamika kependudukan, keluarga berencana, kesehatan reproduksi, serta pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga.
Edukasi sejak dini dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang memiliki pengetahuan, tanggung jawab, dan kesiapan dalam merencanakan masa depan.
Selain menyasar lingkungan pendidikan, kerja sama ini juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui bimbingan perkawinan dan edukasi pencegahan stunting bagi calon pengantin.
Materi pembekalan mencakup kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi, serta persiapan kehamilan yang sehat. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan calon pengantin dalam membangun rumah tangga yang sehat dan harmonis.
Kepala Dinas P5A Kota Gunungsitoli, Wilser Juliadi Napitupulu, mengatakan sinergi lintas sektor diperlukan untuk memperluas jangkauan edukasi kependudukan sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan keluarga.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap Program Sekolah Siaga Kependudukan dapat semakin optimal diterapkan di satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama. Demikian pula pembekalan bagi calon pengantin, sehingga edukasi mengenai kependudukan, kesehatan keluarga, dan pencegahan stunting dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas,” ujar Wilser.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat mendukung terbentuknya keluarga yang sehat, tangguh, dan berkualitas melalui edukasi yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Gunungsitoli, Dr. H. Jul Karman Tanjung, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyatakan kesiapan Kemenag untuk mendukung pelaksanaan program melalui satuan pendidikan dan pembinaan calon pengantin.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini dan siap mendukung pelaksanaannya melalui lembaga pendidikan serta pembinaan calon pengantin. Kami berharap edukasi kependudukan dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda, sekaligus memberikan bekal bagi calon pengantin dalam membangun keluarga yang harmonis, bertanggung jawab, dan berkualitas,” ungkapnya.
Melalui kerja sama ini, Pemko Gunungsitoli berharap edukasi kependudukan dan penguatan ketahanan keluarga dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat keluarga, serta mempersiapkan generasi yang cerdas, sehat, dan berdaya saing demi mendukung terwujudnya Gunungsitoli Hebat. (Petrus)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

0 Komentar