![]() |
| Lokasi SMPN 4 Lolofitu Moi saat ditinjau oleh Disdik Nias Barat | Foto : Hengky Zai |
Nias Barat – Pemerintah Kabupaten Nias Barat melalui Dinas Pendidikan bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kondisi SMP Negeri 4 Lolofitu Moi di Desa Wango yang terancam longsor dan mengalami kendala akses jalan. Jumat (20/02/2026).
Kondisi tanah yang labil serta akses menuju sekolah yang rusak sebelumnya dikhawatirkan dapat mengganggu bahkan membahayakan proses belajar mengajar. Menjawab kekhawatiran tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Barat, Parlinus Gulo, S.Pd., M.Pd., bersama Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Ir. Thesa Binsavat Harefa, S.T., turun langsung ke lokasi pada Kamis, 19 Februari 2026, guna memastikan situasi sebenarnya di lapangan.
Dari hasil peninjauan, diketahui bahwa struktur tanah di sekitar sekolah memang tergolong labil dan mudah bergeser, terutama saat intensitas hujan tinggi. Kondisi ini menjadi tantangan serius karena berpotensi memperparah longsor dan mengancam keselamatan siswa serta tenaga pendidik.
Sebagai langkah awal, Dinas Pendidikan merekomendasikan pembuatan pembatas di bagian belakang sekolah dan pengalihan aliran air agar tidak masuk ke halaman sekolah. Sementara itu, untuk persoalan akses jalan yang rusak dan rawan longsor, dinas akan berkoordinasi dengan instansi teknis terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), mengingat kewenangan penanganan berada pada sektor infrastruktur dan kebencanaan.
Meski dihadapkan pada tantangan teknis, Dinas Pendidikan menegaskan komitmennya untuk menjamin keberlangsungan pendidikan. SMP Negeri 4 Lolofitu Moi telah masuk dalam skala prioritas program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan sebagai solusi jangka menengah.
Kepala sekolah setempat menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah daerah. Ia mengungkapkan bahwa lokasi sekolah telah empat kali mengalami perpindahan, namun kondisi tanah di area hibah tetap mengalami pergeseran.
Masyarakat Desa Wango berharap penanganan menyeluruh dapat segera direalisasikan demi memastikan anak-anak mereka tetap belajar dengan aman dan nyaman. Jika secara teknis lokasi tidak memungkinkan untuk dipertahankan, pemerintah akan mempertimbangkan pencarian lahan baru yang lebih kokoh dan aman.
Langkah cepat ini menjadi bukti bahwa keselamatan dan masa depan pendidikan anak-anak Nias Barat tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah. (Hengky Zai).

0 Komentar